April 2008


First impression atau kesan pertama merupakan senjata ampuh yang banyak digunakan oleh seorang publik speaking. Dimana setidaknya ada kesadaran yang harus dibangun dari seseorang yang memiliki pekerjaan sebagai publik speaking bahwa First Impression itu sangatlah penting. Lebih jauh lagi kita akan mengkhususkan kepada seorang Publik Relation.

kesan pertama atau first impression yang baik merupakan hal yang penting bagi setiap orang. Cara kita berbicara dan memilih pemakaian kata, cara kita bersikap, kepercayaan diri kita serta perilaku kita merupakan sebagian besar faktor yang dapat menciptakan kesan pertama.

Sebelumnya mari kita melihat pemaparan teori Proses Pembentukan Kesan oleh Jalaludin Rakhmat dalam buku Psikologi Komunikasi (Edisi Revisi)

1. Stereotyping

Ketika seseorang menghadapi sosok-sosok dengan beraneka ragam perilaku, maka seseorang tersebut akan mengkategorikan mereka pada konsep-konsep tertentu; cerdas, tampan, bodoh, cantik, berwibawa, dll. Dengan begitu seseorang ini lebih mudah menyederhanakan persepsi yang lahir dari prilaku Orang lain yang menjadi objek penilaiannya.

Menurut Jalaludin Rahmat, dalam psikologi kognitif pengalaman-pengalaman baru akan dimasukkan kedalam laci kategori yang ada dalam memorinya, berdasarkan kesamaan dengan pengalaman indra masa lalu. Sehingga dengan cepat seseorang tersebut dapat meramalkan dan menyimpulkan stimulus yang baru baginya. Contoh kasus;

Ia-lah Adi, lelaki yang dilihat Hani disebuah pelataran salah satu Partai garis depan bangsa ini sore itu, di atas sebuah podium, sedang memberikan sekelumit kata-kata bijaksana kepada puluhan bahkan ratusan simpatisan partai tersebut, termasuk pula Hani di dalamnya. Adi mengenakan Kemeja Dinas Lapangan berwarna putih dipadu celana kain yang tak kalah putih bersinarnya sore itu. Ia Menggebu-gebu, tapi sesekali nadanya menurun rendah saat nilai kemanusiaan bangsa ini dibicarakan ia pun mengkombinasikannya dengan gerak memegang kacamata merk Italianya itu seakan ada air yang jatuh dari kelopak matanya serupa air mata. Sang Adi pun mengakhiri Pidotanya dengan Sebuah puisi Perjuangan. Maka, tak dapat dihindari lagi Riuhlah suasana di pelataran partai tersebut, dari gema tepuk tangan para simpatisan. Termasuk pula Hani diantara mereka.

Maka, kesan pertama terbentuk. Kesimpulan sementara Hani terhadap Adi ialah Adi seorang Politisi, tinggi pemaknaan dan perhitungannyanya terhadap kehidupan khalayak, cerdas, Elegan dan lagi berwibawa. Apabila Hani pernah menonton Film G30s PKI Jaman orde baru. Maka tak disangsikan lagi adi serupa dengan politisi-politisi Jaman itu. DN. Aidit atau Muso, atau pula Soe Hok Gie pada film GIE oleh Miles Production.

Stereotyping menjelaskan 2 hal. Pertama, pembentukan “kesan pertama” Hani terhadap Adi. kesan itulah yang akan menentukan pengkategorian dalam otak Hani. Kedua, stimuli yang Hani senangi atau tidak senangi telah mendapat kategori tertentu yang positif ataupun negatif dan ia akan memasukkan kategori tersebut pada memori kategori yang positif atau negatif pula. Tempat semua sifat-sifat yang positif atau negatif. Setelah itu barulah Hani menyimpulkan Adi seorang Politisi, tinggi pemaknaan dan perhitungannyanya terhadap kehidupan khalayak, cerdas, Elegan dan lagi berwibawa.

2. Implisit Personality Theory

Setiap manusia mempunyai konsep sendiri tentang sifat-sifat apa berkaitan dengan sifat-sifat apa?. Pacaran, meliputi konsep-konsep perhatian, mesra, toleransi, memiliki dll. Begitu pula terhadap kisah Adi dan Hani.

Suatu hari Adi membawakan sebuah materi kepada Anggota baru Partainya tentang pandangan dunia. Ada pula Hani ikut serta. Dengan nada rendah tapi terarah Adi terus melangit dengan kata-kata yang belum akrab ditelinga Anggota baru, sehingga beberapa terpesona, Hani pula didalamnya. Setelah itu, ditengah-tengah materinya Adi pamit sebentar untuk Shalat, maka bertambahlah poin Adi dimata Hani. Sifat Shalat lazimnya diikuti oleh sifat-sifat jujur, saleh, bermoral tinggi, dll. Padahal kesimpulan tersebut belum tentu benar.

Implisit Personality theory adalah sebuah konsepsi yang tak butuh diungkapkan. Karena dalam prosesnya ia berlangsung secara alamiah, berdasarkan pengalamannya selama ada dalam kehidupan.

3. Atribusi

Atribusi adalah proses menyimpulakan motif, maksud dan karakteristik orang lain dengan melihat pada perilaku yang tampak. (Baron & Byrne, 1979:56)

Selanjutnya kita akan bertanya “Ada apa dibalik itu semua?”

Adi dan Hani memang jarang berinteraksi secara langsung. Pernah suatu ketika, ditengah keramaian, penulis mencoba mengamati perilaku mereka berdua. Sesekali Adi melirik Hani, dan begitu pula sebaliknya. Hal tersebut terjadi berkali-kali hingga akhirnya mereka bertemu pandang. Apa yang terjadi? Adi menatap Hani tajam, sementara Hani spontan tertunduk, tersenyum simpul, dan tersipu malu dibalik wajahnya yang mulai memerah.

Terbesit pertanyaan dalam hati Hani. Ada apa dengan Kakak Adi yang kubanggakan?

Pemaparan tentang teori “Proses Pembentukan Kesan” Jalalludin Rakhmat diatas setidaknya membuktikan bahwa Kesan pertama itu sangat berpengaruh terhadap pembentukan Kesan dalam diri seseorang untuk orang lain.

Jadi hal ini sudah sangat cukup untuk membuktikan bagaimana pentingnya kesan pertama itu sebagai sebuah senjata dalam melakukan komunikasi dengan orang lain. Gerak tubuh dan kepekaan, Penampilan, Raut wajah, kontak mata, fokus pada masalah dan cara penyampaian yang tepat situasi dan kondisi merupakan beberapa hal yang mesti diperhatikan oleh seorang Public Relations.

PUBLIC RELATIONS

PR sebagai Fungsi Manajemen

Adapun definisi yang ada adalah sebagai berikut:

1. Cutlip and Center mendefinisikan Public Relations sebagai fungsi manajemen yaitu mengidentifikasi, memantapkan serta membina hubungan yang saling menguntungkan antara organisasi dengan publiknya baik dalam keadaan sukses maupun gagal.

2. Grunig mengembangkan definisi tersebut menjadi manajemen komunikasi antara organisasi dan publiknya.

3. Lawrence W.Long dan Vincent Hazelton mengembangkan sebuah definisi baru yang lebih modern dan memadai bahwa Public Relations adalah fungsi komunikasi melalui adaptasi organisasi, mengubah atau membina hubungan dengan lingkungan dengan tujuan bersama-sama mencapai tujuan dari organisasi. Pendekatan ini menggambarkan bahwa Public Relations adalah lebih dari sekedar mempersuasi melainkan juga membantu mengembangkan kondisi komunikasi terbuka, saling pengertian/saling memahami dengan didasari ide bahwa organisasi juga mau berubah (dalam proses berperilaku dan bersikap) tidak hanya sebagi sasaran khalayak saja. Dapat dikatakan bahwa perusahaan dimungkinkan mengubah kebijakan sebagai hasil tindak lanjut dari dialog dengan lingkungannya.

Definisi tersebut hanyalah sebagian kecil dari definisi yang ada tentang PR. Mengacu pada definisi-definisi di atas, memaknai terminologi “fungsi manajemen” yang ada pada Public Relations, memiliki arti yang lebih dalam. Arti tersebut memuat jawaban atas pernyataan, untuk apa fungsi manajemen atau manajemen komunikasi yang dilakukan oleh Public Relations. Jawaban ini jelas bahwa Public relations berperan sebagai Pengelola Reputasi Organisasi. bukan hanya melulu memliki aktifitas berhubungan Pemasar/Penjual.

PUBLIC RELATION OFFICER

PRO atau dapat dikatakan Public Relations Officer yang menggeluti bidang public relations pun cukup menarik, karena perlu kegigihan untuk membangun citra yang baik, agar timbul kesan dan saling pengertian antara kedua belah pihak.

Kegiatan melobi dengan menunjukkan kebijaksanaan dan prosedur dari individu atau organisasi, atas dasar kepentingan publik pun tidak mudah. Namun diperlukan kesabaran tentunya. Begitu pula dengan bidang-bidang komunikasi lainnya.

Public Relations, maupun bidang yang lain pada dasarnya mengacu pada ilmu komunikasi, karena masing-masing memerlukan komunikasi yang efektif. Agar informasi yang disampaikan efektif, diperlukan keahlian (skill) dalam berkomunikasi.

Karena itu, kita harus dapat mengolahnya menjadi sesuatu yang dapat dimengerti oleh orang lain. Bila kita sudah memahami tentang makna ilmu komunikasi secara rinci, komunikasi yang efektif pun tercipta. Dari komunikasi itu, seseorang akan merasakan adanya rasa kepuasan akan keberhasilannya.

Dari keberhasilannya, kita dapat mengambil contoh Orator ulung Ir. Soekarno (Mantan Presiden Pertama Republik Indonesia) melalui komunikasinya yang sangat baik, beliau mampu menguasai dan memengaruhi orang banyak dengan pidato-pidato yang sangat khas. Mendengarkan beliau berpidato, terlihat orang-orang sangat antusias dan tertarik serta larut terbawa emosi yang dibawakan secara simpatik kepada audiensnya.

Bermula dengan guyonannya yang dapat menarik simpati orang banyak, tidak tanggung-tanggung golongan terpelajar pun mampu beliau kuasai. Dilanjutkan pesan yang berupa isi dari pidato yang hendak beliau sampaikan, yang akhirnya kepuasanlah yang beliau rasakan tatkala informasi yang hendak beliau sampaikan telah sampai kepada khalayak. Pesan dalam artian memberikan Informasi dan Mempersuasikan seseorang ataupun kelompok.

Karena itu, ilmu komuniksi sangatlah menarik karena melalui keterampilan berkomunikasi dengan baik dan benar, seseorang akan sukses.

Hari inilah selayaknya Rumah. bukan rumah sebuah tempat- bukan rumah sebuah panggung- bukan rumah sebuah batu- rumah bukan sebuah konotasi dari kehangatan kasih sayang, tapi rumah adalah waktu, rumah adalah saat, rumah adalah rentang, rumah ialah singkat atau lamanya sesuatu, rumah intisari dalam setiap jenjang detik ke detik, hari ke hari, umur melalui umur, hidup melalui hidup, bahkan hidup melalui umur. (from rumah waktu check: http://kawanlaba.wordpress.com/2008/04/15/rumah-waktu-2/)

Sejengkal dari hidup anda untuk meluangkan waktu agar dapat melirik kisah unik saat kami mahasiswa dahulu… Buku, Pesta dan Cinta (Gie)….

cerita sederhana dalam kehidupan sehari-hari kami… anak KOSMIK UNHAS MAKASSAR….

setiap hari angin laut kerap meniup kedarat. menyanjung-nyanjung penduduk kota makassar ini. aku dan beberapa teman tak jarang menyahut panggilan itu… bersuka cita kami pergi kesana hanya untuk melepas penat akibat jadwal kuliah yang padat waktu kami masih mahasiswa baru dahulu…

aktifitas kami boleh dibilang sangat padat… kami melakukan banyak hal dalam satu waktu, bermain, belajar, ber”kasih”, dll. tak jarang belajarpun kami anggap sebagai sebuah permainan yang menyenangkan…karena memang itulah yang kami lakukan,

kami anak komunikasi unhas atau yang kerap disebut-sebut sebagai anak KOSMIK (korps mahasiswa ilmu komunikasi) memiliki atribut serba biru merah…biru melambangkan kedalaman lautan dan merah melambangkan keberanian(kuranglebih begitulah sederhananya)…. kurang lebih kerjaan kami 50% kuliah 30% bercanda 10% cinta dan sepuluhnya lagi persiapan kalau-kalau mahasiswa baru datang….. dan atraksilah para senior-senior dengan cara membadut di depan adik-adik maba…hampir setiap tahun itu kami lakukan…sadar atau tidak sadar…. tapi itulah yang menarik bagi kami, untuk kami eksistensi dari manusia-manusia yang terjepit ditengah antara miskin dan kaya adalah saat ia menjadi bahagia…. karena kebahagiaan sesungguhnya ada saat kita bisa berdamai dengan kenyataan….

beraneka ragam memang corak kehidupan kami..inilah yang membuat kami unik..serta radikal dalam menentukan prinsip hidupkami sebagai pelajar yang memang tugasnya belajar. kalau bicara kreatif, kamipun merasa kreatif… banyak acara-acara yang kami gelar sendiri dari nol sampai acara yang memang produk kapitalisme media oh tentunya selalu ada hikmah yang bisa diambil oleh kami… para anak-anak langit. sejujurnya kami haus akan romantisme itu…terutama diriku saat penjara kapital ini mulai menggerogoti dan memaksa sedikit demi sedikit untuk realistis menantang dunia yang akan kami hadapi kemudian…..

disela-sela itu semua musim liburan datang…saya dan teman-taman mentaktisi dana kemahasiswaan untuk melakukan ekspedisi kedaerah-daerah yang sangat sukar dijamah oleh orang lain… gunung, lembah, laut, pulau terpencil kami arungi dengan pasti dan dengan canda tawa renyah kami diantara debur-debur ombak atau didinginnya malam rimbunnya pegunungan dan digelapnya gua. check : http://kawanlaba.wordpress.com/2008/04/13/kesetiaan-pulau-cangke-pangkep/

bukan masalah bagikami tidak punya uang, seperti yang dirisaukan hampis seluruh mahasiswa di Indonesia ini…kami bukan anak-anak manja..kami adalah batu hitam didasar sungai yang tak akan bergeser sedikitpun walau kerasnya arus(budi zulkifli dalam filmnya Catatan harian Budi – kata adi). bahu-membahu kami berjuang untuk satu kata. ILMU.

jurus kami sederhana saja, kalau tidak ada uang, ya kami memancing didanau Unhas atau menjala, mencari lauk dengan menyekat kangkung dibawah kaki-kaki rumah pondokan yang kami tinggali dengan 500rb pertahun… sungguh hidup yang menyenangkan bukan? sebuah komunal yang dramatis tapi bahagia… kami anak-anak langit pantang menangisi lapar. karena lapar adalah sahabat yang akan mengajarkan kami bagaimana menjaalankan hidup dalam sebuah adaptasi yang kreatif.

kami berjuang mencari sinar-sinar harapan dimasa mendatang. bekerja bagi kami sudah biasa. karena sesungguhnya eksistensi manusia adalah saat ia bergerak dan menghasilkan untuk sesuatu di jagatraya ini. film mengejar matahari bukan lah tandingan dari romantisme yangkami alami….. dibawah naungan mentari kami berjanji satu samalain, menjaga ikatan ini, mendekap angan bersama-sama dalam sebuah mimpi dari cahaya yang kami tulis di dinding-dinding harapan kamar kost-kostan kami.

kadang ada pertengkaran diantara kami, kadang pula ada cinta yang menggelora, kadang ada duka tak tertahankan, kadang ada cerita luarbiasa tak diharapkan, kadang kami menggurui satu sama lain, kadang kami berbeda pendapat, kadang canda kami keterlaluan……. tapi hanya satu yang pasti, kita tetap bergandengan tangan kawan…..

sudah lah jangan menangis……………………………………… salam ridu pada kalian semua dari ku salahsatu sahabat kalian yang paling menjengkelkan…

Bekasi, 23.04.08

saat rindu dipersimpangan.

saat itulah hidup mesti berlanjut.

saat dimana kita akan bertemu pada suatu tempat

dimana semua kata-kata itu menguap.

sebuah tempat jauh dilubuk hati kita…. PERSAHABATAN

PESTA PERADABAN MASA KINI

(STRIPTEZEA)

if Balthazar expressive

Aslm…………

waktu itu malam menunggu (februari 2008)….. aku ada ditengah sebuah pelatihan sebuah perusahaan bir pertama di Indonesia, acara ini sungguh sangat sekuler dan spektakuler (kira-kira menghabiskan dana lebih dari 5oo juta untuk menggelarnya) ….

materi-materi yang terkandung didalamnya pun tak lepas dari penaklukkan-penaklukan pasar dan bagaimana bisa menjual bir yang mereka produksi sebanyak-banyaknya kepada masyarakat luas…

tak pernah ada dalam pemaparan pemateri untuk memperhatikan dampak alkohol yang akan mempengaruhi kualitas akhlak generasi yang mencandunya….. wong yang menjualnya pun sudah kadarluasa terhadap akhlakul karimah yang di idamkan menjadi pondasi bangsa ini agar bisa sembuh dari penyakit kebudayaannya.

after light you\'ll think about time...

sungguh mengagetkan memang….kusangka acara yang dihadiri para pembesar-pembesar dari perusahaan ini pun hadir didalamnya..sungguh konsep yang sangat menawan sekali…makan malam disajikan bersama tarian ular yang dramatik dibalik tirai besar yang tertutup sebuah panggung…..

dont ever you do that in your life

semakin malam pun, acara semakin menggila- suasana bukan lagi hangat….. tapi kacau, keteraturan diantara chaos hingar-bingarnya laju emosi yang terbius lewat Sound system berkekuatan mega besarnya mengaum-ngaum dalam ruangan ini…. sungguh pemandangan yang sangat exoticism ….. impressive sekaligus sensasional  khususnya bagi diriku yang baru pertama kali melihat barbarian party in the city like this….. Wooooowwwww……

tak hanya itu, pesertapun bersorak…melolong-lolong layaknya serigala….. mereka yang sebagian besar berkelamin Adam pun tak ragu lagi… menenggak terus mixed alcohol with softdrink yang tersaji dihampir setiap sudut ruangan itu….. akupun larut didalam nya….. tarikkkkk manggggggg!!!!!!

SUNGGUH BERTAMBAH GILA SAJA BANGSA YANG BESAR INI. dukungan kultus yang menjadi kebiasaan dikota-kota besar seperti jakarta ini makin membuat bangsa ini semakin seperti tongsampah saja….. dari luar terlihat indah dan syahdu dengan adat ketimuran yang tergerogotinya… sementara didalam merasuk-rasuk lewat sendi-sendi kehidupan rakyat segala macam kebebasan  sekuler masyarakat gaya barat….. sungguh mengharu biru yang menyenangkan……. keindahan yang menyedihkan…..

Akhirnya, pesta tak lagi sebagai ajang menyegarkan pandangan mata mereka yang setengah sadar itu….. salah seorang mulai mengerubungi sang penari layaknya lalet mengerubungi maaf…. Kotoran hewan…. memababibuta…. mencubit kirikanan diakhiri seliapan 100ribuan di celana dalam sang penari…peristiwa dahsyat bagiku….eksploitasi wanita dengan segala macam “perhiasan wanita” yang diagung-agungkan bangsa ini lewat kata “MALU” dijaman dahulu… kumandang Gender tampaknya hanya jargon omong kosong saja di negeri ini. dalam implementasinya… 0 besar….. apakah perjuangan gender hanya dinilai dari bagaimana wanita bisa menjadi wakil rakyat atau dapat menggugat perceraian karena suaminya kalah kaya darinya….. memang sebuah pendapat yang getir dan sama sekali tidak teoritis… tapi seseungguhnya hanya stimuli ini yang dapat kupaparkan kepada khalayak…bahwa ada segelintir dan mungkin banyak acara yang  ku tak tahu seperti ini di kampung-kampung, di acara pemilihan kepala daerah… dimana wanita menjadi ajang eksploitasi bagi kaum adam demi sebuah pertunjukan yang memukau …… ku tunggu pergerakan kalian….. setitik debudalamwaktu hanya sampah dialam semesta itulah aku…. mahluk Tuhan yang paling Sensi….. hehehehehhe ….. Salam damai…. Wassalam

RAJAH DAN LABA-LABA

OLEH SAIFUL Romadon

aslm. kawan ilham..
laba-laba.. jelas! adalah hewan.. yang juga mendapat karunia luar biasa dari-Nya..

hanya.. iya! secara fisik dia hanya..
tetapi lihat potensinya.. potensi yang.. dianugerahkan-Nya..

kawan Ilham.. seekor laba-laba itu..
iya! laba-laba kecil itu.. menjadi bagian terpenting.. mozaik vital..
dari cerahnya suatu peradaban.. peradaban Islam.. peradaban ummat manusia..

kawan Ilham.. kisah “ke thoat an”.. obey without reserve..
laba-laba itu.. termaktub indah.. dalam sepenggal cerita Hijrah..
pemimpin (sejati) ummat manusia.. manusia besar dan utama.. (Michael H. Hartz)..

kawan Ilham.. dia dengan potensi kecil.. yang disyukurinya.. menyelematkan Rosul.. menyelematkan embrio Islam.. menyelematkan Risalah..

kawan Ilham.. laba-laba itu menutupi gua.. saat Rosul dalam bahaya.. tentu saja kita berhak mengaguminya.. bagaimana cara?

kawan Ilham..
laba-laba itu mengajarkan “kepasrahan”.. akan kehendak-Nya..
tentu saja kita harus.. meniru sikapnya.. sikap makhluk mungil itu..

untuk taat kepada-Nya.. dan salah satu bagian terpenting.. dari ketaatan itu..
adalah “menemui”nya..sehari lima waktu.. sholat..
dan syarat sah sholat..adalah suci dengan wudhu..

kawan Ilham..
-maaf- syarat sah wudhu adalah.. tidak terhalanginya.. air atau debu tayamum..
ke dalam pori-pori kulit kita..

kawan Ilham..
salah satu hal.. yang membatalkan wudhu.. dan tayamum kita adalah..
adanya rajah.. atau tato di atas permukaan kulit.. walaupun rajah itu..
adalah ekspresi kita.. mengagumi laba-laba..

kawan Ilham..
seandainya.. laba-laba itu.. bersuara dalam kelam.. gelapnya gendang telinga kita..
tentu ia meminta..jangan seperti itu.. mengaguminya..

kawan Ilham..
saya sudah melihat.. gambar di dada saudara.. dalam celoteh sang bajingan(?)..

kawan Ilham..
mungkin saya tak memahami sastra.. tak pula jua memuja..
saya hanya penikmat.. novel-novel pembangun jiwa.. saya hanya memahami..
karya sastra lahir dari eksplorasi..eksplorasi diri sebagai manusia (ciptaan-Nya)..
eksplorasi terhadap keindahan alam (ciptaan-Nya)..
eksplorasi terhadap peristiwa manusia (ciptaan-Nya)..
eksplorasi terhadap semua (ciptaan-Nya)..
dan apa saja! (ciptaan-Nya)..

kawan Ilham.. apakah tidak aneh.. di satu sisi kita mengekspresikan..
sesuatu tentang-Nya.. tetapi di sisi lain.. kita salah dalam.. cara “memuja”-Nya..

maafkan aku kawan..

nb :
tujuan mulia..
menuntut cara mulia..
telah jelas dan terang..
antara al haq (Kebenaran)..
dan batil..
antara yang Putih..
dan yang Hitam..
kenapa kita memilih “abu-abu”..
padahal Yang Kuasa..
tidak membuat warna “itu”..

THURSDAY, 10 JANUARY 2008

EKSISTENSI BUMICENTRISME YANG AGUNG

SALAH SATU SAHABAT PERGI LAGI….. SEORANG TEMAN YANG SEDARI KECIL MENITI HIDUP BERSAMA TELAH BERPULANG KEPADANYA…. SEPERTI JUGA ANGIN IA MELESAT BERSAMANYA MENUJU NIRWANA… ENTAH MENGAPA PERASAAN INI BENAR2 SUDAH SANGAT MEMBATU SAMAPAI MENANGISPUN KUTAK BISA LAGI….

IA BAGAI SESEORANG YANG PERNAH HILANG JUGA DARI MASA LALU…SATU-PERSATU SAHABAT PERGI TIGGALLAH BIDADARI YANG TAK KUNJUNG HADIR DISINI…MENEMANI KESEPIAN YANG SESUNGGUHNYA INI. AKU ADALAH CADAS DI LEMBAH HITAM…. BERDIRI TEGAK MENANTANG HIDUP, TANPA ADA LAGI SESEORANG YANG KU KATAKAN KAWAN, TAK ADALAGI SESEORANG YANG KUKATAKAN KEKASIH, TAK ADA LAGI RITUAL YANG MEMBUATKU TERENYUH PADA HUMANISME DAN KETUHANAN, AKU ADALAH IA YANG YANG MEMBATU…. BERDIRI TEGAK MENAHAN GELOMBANG, MENITI NAFAS BERSAMA TAJAMNYA ANGIN MALAM….


SUNGGUH TAK ADA LAGI YANG DAPAT KUKATAKAN… KESEDIHAN INI TELAH MENJADI BARA UNTUK PERJUANGAN…UNTUK SEBUAH HIDUP YANG TAK TENTU TUJUAN…HANYA BERJALAN MENITI HARI DEMI HARI BERSAMA PELUH YANG TERUS MENETES DERAS…


AKU BUKANLAH BUNGA LAGI… DARI DALAM PEMAHAMAN YANG KOMPLEKS BERKOLABORASI BERSAMA KETIDAKTAHUAN SUPER BODOH… MENYIMPULKAN BAHWA HIDUP ADALAH SEBUAH PROSES DIMANA AKAL DAN DIJIWA BERMAIN DIDALAMNYA. MANUSIA MENJADI TAKDIR UNTUK HIDUPNYA SENDIRI DAN ADAPULA YANG MENJADI SEBAB KHUSUS UNTUK MANUSIA YANG LAIN… UNTUK KESEKIAN KALINYA KEPERGIAN TIDAK UNTUK DITANGISI..TAPI UNTUK OBAT KEPADA PARA PEJUANG KEHIDUPAN SEBAGAIMANA AKAL DAN JIWANYA MELESAT BERSAMA MENJADI ANGIN DAN UDARA YANG KITA HIRUP DAN MENGENDAP DI TUBUH UNTUK DIJADIKAN SEMANGAT. TIDAK HARIS BERAKHIR KESEDIHAN..


ATAS NAMA INDRA YANG KUPAPAH HINGGA KUTAKKUASA.. KULAMBANGKAN DIRIKU SEBAGAI MAHLUK KHUSUS DALAM KEHIDUPAN… AKULAH LABA-LABA HITAM YANG KEHADIRANNYA TAK PERNAH DIHARAPKAN… TAPI KU KAN BERJUANG HINGGA SUATU HARI KEHADIRAN INI BUKAN SEKEDAR BILANGAN TAPI JUGA DIPERHITUNGKAN… AMIN…. setitik debu DARI BUMICENTRISME YANG AGUNG !!!

ide pembaharuan anak zaman
18.01.08

sebuah rangkuman dari interpretasi obrolan dengan pak M. Yunus Anggota DPRD pelelawan Riau.

1. interpretasi nama

ilham firmansyah
il(keras mengambil keputusan)
mim dari am (Kepemimpinan)
fir (Jiwa Pertimbangan)
Syah (keras hati dan total mengambil keputusan?)

catatan :
* kalo cari istri jangan yang keras juga nanti pasti cekcok setiap harinya.

2. interpretasi tanda tangan

M. Yunus Syam: tanda tangan kamu terlalu rumit. disatu bagian bertele-tele tapi dibagian yang lain kamu tegas. ciri keesaan secara simbolik pun muncul. tapi apabila kita gabung….lihat apa yang terungkap…. sebuah kepala Singa yang lapar dan siap menerkam terlihat disana.

3. interpretasi garis

kali ini kamu lambat dan lebih kepada sebuah dominasi, dalam satu kondisi memang baik tapi sebuah konsep kesetaraan yang tegas jauh lebih baik dari itu semua.

4. Ketatanegaraan

sebuah konsep zaman harus lahir oleh anak generasi zaman tersebut. aristoteles “sang organisator”, imanuel kant, hegel, dst.

negara kita ini kotor.
sistem jaman dulu negara ini memakai konsep sentralisasi dimana disimbolkan melalui bentuk segi tiga sama sisi yang berdiri dengan sisinya.
konsep tersebut memiliki arti bahwa segala kebijakan itu datangnya dari pucuk kecil/sudut kecil pemerintahan pusat dan turun ke daerah untuk di implementasikan

tapi hal ini sudah kaku dan menurut saya akan dengan mudah di manfaatkan oleh ras tertentu membangun singgasananya di pemerintahan. tak ada konsep “putra daerah” yang ada malah putera bangsa dari daerah …. bla bla bla…..

antitesa pun muncul dan lahirlah konsep segitiga terbalik yang mengagungkan kata-kata otonomi daerah.
hal ini menjadi pelik, dimana para intelektual negara pun mengagungkan konsep kenegaraan mereke masing-masing tentunya dengan selogan “tak mungkin menyapu lantai yang kotor dengan sapu yang kotor pula “walhasil malahan memperkeruh dan menambah kotor lantai tersebut”…. idealnya sih seperti itu- gak ada yang tau dalam implementasinya

I, ME & MY SELF

04.02.08

(sepulang dari rumah-chi)

Sekedar kopi hangat cerita sederhana ini yang bisa kusampaikan pada awal perjumpaan kita…….

Sebuah kisah tentang perseteruan besar yang dilakukan ilham dan Mr.If disuatu malam…. (03.04.08)

Makassar 4 tahun yang lalu….(“I’m Going back to the start” – The Scientiest. Cold Play)

Kulihat ia berjalan sendiri menyusuri dahan-dahan akasia yang jatuh sehabis hujan besar tadi malam. Ia tertunduk. Kusapa ia sebagai perkenalan karena memang aku jauh sebagai seniornya dan ia hanya sebagai anak baru di kampus itu. Bla-bla-bla….. dan semuapun menjadi cair semenjak saat itu….

Ku pernah mengatakan kepadanya kalau aku mencintainya…sudah sangat lama…sudah sangat lama semenjak waktu itu. Bahkan diriku sudah berlalu bersama beberapa hati karena memang ”tak ada harapan”…hahahhahha— alasannya juga karena memang ia juga sudah bersama salah satu teman baikku…

Setidaknya ia pun tahu kalau diriku mencintainya.

Jakarta kala itu hujan (oct.07) ”Autumleaves-Nat King Cole”

Ku ajukan 3 pertanyaan kepada dirinya yang bisa ku pastikan ia pun sudah lupa(dalam situasi kami berdua sedang ”sendiri”)…..

1. Apakah apabila teman baikku itu kembali kepadamu kau akan menerimanya kembali? (tanyaku) — eeennnnnggak tau!!! (jawabnya) : Score = Mentah

2. Apakah pernah dari dulu terlintas dalam kepalamu bahwa kita bisa bersama (pacaran-Red)…..? Enggak!!! : Score = (GABRUK!!!/Jatuh Tersungkur)

3. PERNYATAAN=Baiklah mungkin kau belum bisa mempercaiku, karena memang record ku buruk selama ini dimatamu (cari jalan lain–-Mr.If) aku akan datang kepadamu 2 bulan lagi agar kau bisa memikirkannya dan ku akan mengulang pertanyaanku itu (waktu itu gak tau mau dapat duit dari mana!!! Binun!!!)

Dan begitulah ringkasannya.

Pertengahan Desember Pertengahan Hati (Des 07) ”Darah Muda – H. Rhoma Irama”

Akhirnya ku menemukan jalannya… kukira ini takdir…. tenyata!!!!

Aku tahu apa yang akan kuhadapi dengan nekat berangkat kemakassar…. (tidak untuk membuat ”dia” berpikir). (1.) ku harus rela 1 minggu tak mendapat kabar dari bos kantor apakah aku masih pegawainya atau tidak sementara cicilan motor belum lunas (2.) ada 1 order yang terpaksa dibatalkan. (3.) sebagai tukang pasang stiker dan spanduk (menurutnya) cabutan yang sengaja didatangkan dari jakarta ternyata ku harus berhadapan dengan suasana yang sangat tegang….untung-untung tak terjadi apa-apa….

But its okay!!! Dari 4 hari disana aku hanya punya waktu luang pada malam minggu…. dan kumanfaatkanlah untuk bisa bersamanya…. dan tentunya ku ajukanlah pertanyaan yang sudah kujanjikan tersebut:

”Bagaimana…… ku tepatikan janjiku……hahahahh (merasa sangat laki-laki)”

”ah ka’ilo kesini mah bukan karena aku. Tapi karena order”

SCORE = MENTAH!!!!

Dan lagi-lagi MENTAH….TAH….TAH!!!!

Ya tampaknya tidak sesuai rencana…padahal sudah ada di awang-awang kalau nanti pulang bakal ada orang yang akan ku telp setiap malam, atau Cuma ngingetin makan siang, atau bla-bla-bla Standar Oprasional Pacaran (SOP)

SUNGGUHKAH INI JANUARI 2008 (IF You leave me now – Chicago)

Setelah terus menerus sms berkali-kali dan dibalas secukupnya, akhirnya kubertanya pada seseorang teman sekaligus musuh yang kadang ia tak sadar “Ka Adi”

“kayanya cukup deh ka adi”

“ah kau ini…kau masih saja terus dengan ke-Aku-an mu. Buang jauh-jauh itu semua dan berusahalah tulus”

“bagaimana ya……”

“Cuma satu yang bikin kau kalah dari si domba!!”

“kok si domba lagi…..”

“ya jelas… kau punya banyak hal yang dia tidak punya…. Tapi itu tidak penting… kau bisa dengan mudah mendapatkan seseorang yang lebih dari dirinya…tapi kenapa kau tidak lakukan!!! Karena kau mencintainya!!! Ikhlas adalah kuncinya..” (kalau teori nih orang……Jagonya!!!prakteknya=emmmm)

Dan ku pun bertanya pada si-Sob

“sob, lo dimana?”

“didapur sob…. biasa sibuk neh gw coz dah mau take”

“wah ganggu dong gw sob”

“gak sob, santai aja….knape sob”

Bla-bla-bla

“wah lo mendingan kaya gw aja sob…cari duit sebanyak-banyaknya trus be Mr.happyalone”

Ting!!!

now i just wanna be mr.happy alone

<sempat terpikir tuk bertekad mengakhiri>

“Kok gak ada kabarnya lagi….. (intinya) kalau emang gak suka gw ganggu lagi lo bilang aja…gw mundur teratur!!!”

”sorry aku gak ngabarin gak ada pulsa… hehehe.. ka ilo apa kabar?”

– Ada Harapan Pemirsa!!!–

Kisah akhir…. untuk saat ini – sesuai tanggal ditetapkannya di bawah judul

Malam ini sepulang dari rumahnya….

Yaaa dia sibuk dengan kerjaannya…. gw ngantuk

Salah ngomong sedikit gw disuruh pulang…..

Gw ngobrol sebentar di telp …… dia ngobrol di telp juga ampe gw pulang

Akhirnya pun pulang ke-gerimis-an….kasihan!!!!

I, ME & MY SELF

Namaku ilham firmansyah dan seseorang yang sangat kubanggakan hidup didalam benakku selama ini bernama if/redspider/balthazar – apakah anda bisa memahami….

Ilham ialah sekedar binatang yang berwujud manusia, sedikit bedanya dengan binatang secara material ia diberikan akal untuk bisa menjadi atau secara tidak langsung “Mr.IF” ini telah hidup sebelumnya di alam lain untuk diberi makan terus menerus oleh seseorang budak bernama ilham.

hipotesanya….

ilham adalah budak dari Mr.IF namun

Mr.If menumpang hidup dalam diri ilham

ilham tumbuh dan berkembang bersama mr.If tapi

Mr.If dan ilham Punya kendali yang sama dan

bisa bersahabat ataupun saling membunuh

kegilaan dalam diri ataupun dalam peradaban yang bisa dilakukannya.

pernahkah sesekali kita berpikir bahwa selama ini kita hanya memberi makan, minum, belajar, bersendagurau, bercinta, bersosialisasi, berkomunikasi, dll hanya untuk seseorang yang hidup didalam diri kita ini. seseorang yang sama sekali berbeda dengan diri kita dalam tataran kesadaran tertentu- antara kesadaran indifidu dan kesadaran sosial mengenai diri kita.

Ilham adalah mahluk suci sedemikian rupa hingga ia hanya mengikuti perasaannya kadang-kadang saja akal ini dimainkannya…sangat berbeda dengan yang dilakukan Mr.If. Mr.If bilang kepada diri-nya kalau ia dalam bertindak akan berusaha selalu proporsional… dan memang porsi si dia sedang besar didalam “diri” kami berdua. Tapi mr.If terus saja meyakinkanku— apakah ia yang ku jadikan Cita-cita saat ini memang pantas dijadikan tujuan untuk orang seseorang seperti mr.If…. kalau untuk ilham mungkin!!!

THE DIALOGUE

Sepertinya dia sama sekali tidak pernah mencintaimu sedikitpun (mr.If)

Mungkin ia butuh waktu (ilham)

Ia hanya memanfaatkanmu (mr.If)

Tidak…dengan begitu aku bisa berada di dekatnya (ilham)

Buktinya ia tak pernah sekalipun perhatian kepadamu (mr.If)

Mungkin dengan cara lain ia mengalihkannya (ilham)

Apa kalau sedang ada butuhnya saja ia menghubungimu… apakah selama ini pernah? (mr.If)

Belum… tapi akan (ilham)

Berapa lama lagi kau akan menunggu dan menutup pintu untuk yang lain seperti ini (mr.If)

Rasional lah sedikit… itu bakatmu (mr.If)

………………….. (ilham)

Hahahhahah kau tak bisa menjawab bukan….. dirimu hanya pilihan darinya….. ibaratkan dirimu adalah pintu…. sementara bagaimana ia masuk dengan kunci menuju dirimu yang telah ia patah-patahkan sendiri semenjak kau mengenalnya sampai sekarang….ia hanya menghabiskan waktumu. (mr.If)

Bla-bla-bla-bla-bla- Bla-bla-bla-bla-bla- Bla-bla-bla-bla-bla

Dan kalahlah aku bertekuk lutut dihadapan kecerdasan dan kerasionalan mr.If

Saatnya melanjutkan hidup!!! (ilham)

Man with the word

02:23 Wita.. kamar laba2 bekasi 11/10/07

Sudah hampir tak terasa…. Setiap detik menggebu–gebu mengejar awan… ia diam menghitam dan menghujan.

Apakah disini selalu menunggu janji…. Menepati kekasih yang tak menanti….. berlari tak berarti…. Berjalan tak bertujuan….. terdiam mengharukan… kesia-siaan serupa pedang bermata naga… bergagang emas…. Bertahta dermaga… berpandang lentera…di tengah malamnya selalu dusta…

Seseorang (si Ibu) mengatakan sebuah falsafah lama

what you wanna be?

I said “I wanna be me!!

she asked me again “when it will be… you must turn off your ego’ be the man with the words…. Or be the men with the sword… choose one!!

agak sulit memang menerjemahkan istilah tersebut dalam bahasa Indonesia. Karena akan mengurangi ruh dari nilai kesepahaman kita tentang “Lelaki dengan Kata-katanya” dan “Lelaki dengan Pedangnya”

hal tersebut seharusnya tak terlalu sulit dimengerti, secara gamblang tergambarkan bahwa Man with words akan selalu memegang terguh kata-katanya bukan man with words berarti lelaki dengan yang penuh dengan kata-kata serupa penyair.

Sementara dilain sisi Man With Sword diartikan sebagai lelaki yang senantiasa berpegang pada ketangkasannya , pedang digambarkan bermata 2 dimana kedua matanya itu sama tajamnya. Man with sword diidentikkan dengan seseorang yang luwes dan mudah bergaul pada kadar yang rendah, sedikit culas dan berorientasi akses dalam setiap gerak pergaulannya dalam kadar menengah, licik-kejam-lihai-buas-terperangkap pada aktifitas yang dikuasai spirit ambisi- pada kadar yang lebih parah…..

RUMAH WAKTU

Sedikit Cerita Untuk Anak-anak langit yang sedang mengembara menyelesaikan kuliahnya di negri orang

Tiba-tiba semuanya kembali melankolis… tinggal beberapa waktu lagi meninggalkan kampus dan kota ini. kampus dimana banyak memberikanku nilai-nilai kehidupan. ada persahabatan, ada cinta, dramatika dialog antara otak, hati dan otot.

menjalankan kehidupan ini setidaknya memberikan banyak manfaat untuk orang lain. tapi semakin lama terasa diriku ini semakin terasa dimanfaatkan oleh orang lain. belajar untuk menjadi pelayan. tapi kok malah terasa jadi budak… apakah salah menjadi “bisa”- ternyata “bisa” pun menuntut banyak beban, terutama beban sosial.. apakah salah menjadi “bodoh” seakan semuanya terhitung siapa yang paling pandai mengakali siapa…

Entah mau dibawa kemana isi kepala yang penat ini. kepenatan yang terus menggelora tak menghilang menutupi segala hal positif yang bisa saja terjadi dalam hubungan kecil yang mungkin tak kusadari. Terima kasih kepada semua rasa yang pernah singgah dan mirip cinta- yang semakin membuat banyak hubungan yang kujalani sekarang dingin dan membatu.

kepada lara- dalam duka akan kesendirian yang akan kuhadapi. saat meniti jejak ini sendiri. Persahabatan yang kadang tak masuk akal- membela walau salah- memaafkan walau itu kesalahan yang prinsipil- berpura muram berpura simpati berpura perduli berpura canda hanya untuk mempertahankan hangatnya kekeluargaan yang tercipta selama ini karena memang haus kasih keluarga.

Hari inilah selayaknya Rumah. bukan rumah sebuah tempat- bukan rumah sebuah panggung- bukan rumah sebuah batu- rumah bukan sebuah konotasi dari kehangatan kasih sayang, tapi rumah adalah waktu, rumah adalah saat, rumah adalah rentang, rumah ialah singkat atau lamanya sesuatu, rumah intisari dalam setiap jenjang detik ke detik, hari ke hari, umur melalui umur, hidup melalui hidup, bahkan hidup melalui umur.

hari ini hangat. mata harinya- suasananya- nuansanya- aromanya- lagu pengiringnya- gelak tawanya- impiannya- pembicaraannya. tiba-tiba saja semu(a) jadi hangat, hangatnya sebuah penantian dimana semua orang pun menginginkannya.

mungkin terdengar sanjak. tanpa dan mungkin terasa ruhnya- sebuah tulisan yang menggebu-gebu, ia dramatisasi yang bodoh- penekanan yang tidak dalam kesatuan yang utuh dalam bahasa tanpa kebebasan.

Keheningan ini……… rasakan……….. iramanya………..petikkannya…………. gelak-kesedihan yang bercampur canda-lara yang bergumul mesra dengan tawa.

saatnya kembali ke dunia. berharap semuanya aman-aman saja, semuanya lancara-lancar saja, dan seakan tidak ada masalah apapun dari kehilangan sesuatu atau seseorang atau pula arti sebuah persahabatan.

sudah terlalu dini. seakan rumah waktu ini memiliki falsafati sendiri yang berjalan tanpa definisi. apa yang kita ketahui lagi tentang waktu!!? NOL BESAR. bahkan aku sendiri tidak mengerti apa yang ku bicarakan.

Entah kapan lagi kubisa melihat kota ini… sudah saatnya kembali dan meninggalkan semua kenangan yang telah tertoreh dalam hatiku… pesawatku telah datang… ijazah telah ditangan… salamku kepada semua anak-anak langit yang menengadahkan wajahnya kepada alam… seakan alampun yang pernah menuntun kita kepada kisah kesetiaan dipulau pengasingan (kisah cangke)… begitu pula cinta dan persahabatan ada perjumpaan pasti ada perpisahan… selamat menjalani kehidupan masing-masing kawan…

if bhaltazar the red spider

semalam hujan dijakarta sesaat setelah tiba akhir jan 2007

Next Page »