Lifestyle
July 17, 2008
KAPITALIZM
Posted by debudalamwaktu under Lifestyle, Theory | Tags: ilham f, ilham firmansyah, KAPITALIS, KAPITALISME, KAWAN LABA, KAWANLABA, OMAR ISHAM FATHIN |1 Comment
July 17, 2008
PENGUASA DAN PENGUSAHA
Posted by debudalamwaktu under Lifestyle, Theory | Tags: ilham firmansyah, kevin evans, penguasa dan penguasa, pilkada lokal |Leave a Comment
April 22, 2008
“KAMI..ANAK-ANAK LANGIT”
Posted by debudalamwaktu under Lifestyle, Mozaik kehidupan, Seniman hari-hari | Tags: biru merah, ilham firmansyah, kehidupan, keluarga, keseharian, komunal, komunikasi, kosmik, Lifestyle, mahasiswa, makassar, persahabatan, seniman, unhas |[9] Comments
Hari inilah selayaknya Rumah. bukan rumah sebuah tempat- bukan rumah sebuah panggung- bukan rumah sebuah batu- rumah bukan sebuah konotasi dari kehangatan kasih sayang, tapi rumah adalah waktu, rumah adalah saat, rumah adalah rentang, rumah ialah singkat atau lamanya sesuatu, rumah intisari dalam setiap jenjang detik ke detik, hari ke hari, umur melalui umur, hidup melalui hidup, bahkan hidup melalui umur. (from rumah waktu check: http://kawanlaba.wordpress.com/2008/04/15/rumah-waktu-2/)
Sejengkal dari hidup anda untuk meluangkan waktu agar dapat melirik kisah unik saat kami mahasiswa dahulu… Buku, Pesta dan Cinta (Gie)….
cerita sederhana dalam kehidupan sehari-hari kami… anak KOSMIK UNHAS MAKASSAR….
setiap hari angin laut kerap meniup kedarat. menyanjung-nyanjung penduduk kota makassar ini. aku dan beberapa teman tak jarang menyahut panggilan itu… bersuka cita kami pergi kesana hanya untuk melepas penat akibat jadwal kuliah yang padat waktu kami masih mahasiswa baru dahulu…
aktifitas kami boleh dibilang sangat padat… kami melakukan banyak hal dalam satu waktu, bermain, belajar, ber”kasih”, dll. tak jarang belajarpun kami anggap sebagai sebuah permainan yang menyenangkan…karena memang itulah yang kami lakukan,
kami anak komunikasi unhas atau yang kerap disebut-sebut sebagai anak KOSMIK (korps mahasiswa ilmu komunikasi) memiliki atribut serba biru merah…biru melambangkan kedalaman lautan dan merah melambangkan keberanian(kuranglebih begitulah sederhananya)…. kurang lebih kerjaan kami 50% kuliah 30% bercanda 10% cinta dan sepuluhnya lagi persiapan kalau-kalau mahasiswa baru datang….. dan atraksilah para senior-senior dengan cara membadut di depan adik-adik maba…hampir setiap tahun itu kami lakukan…sadar atau tidak sadar…. tapi itulah yang menarik bagi kami, untuk kami eksistensi dari manusia-manusia yang terjepit ditengah antara miskin dan kaya adalah saat ia menjadi bahagia…. karena kebahagiaan sesungguhnya ada saat kita bisa berdamai dengan kenyataan….
beraneka ragam memang corak kehidupan kami..inilah yang membuat kami unik..serta radikal dalam menentukan prinsip hidupkami sebagai pelajar yang memang tugasnya belajar. kalau bicara kreatif, kamipun merasa kreatif… banyak acara-acara yang kami gelar sendiri dari nol sampai acara yang memang produk kapitalisme media oh tentunya selalu ada hikmah yang bisa diambil oleh kami… para anak-anak langit. sejujurnya kami haus akan romantisme itu…terutama diriku saat penjara kapital ini mulai menggerogoti dan memaksa sedikit demi sedikit untuk realistis menantang dunia yang akan kami hadapi kemudian…..
disela-sela itu semua musim liburan datang…saya dan teman-taman mentaktisi dana kemahasiswaan untuk melakukan ekspedisi kedaerah-daerah yang sangat sukar dijamah oleh orang lain… gunung, lembah, laut, pulau terpencil kami arungi dengan pasti dan dengan canda tawa renyah kami diantara debur-debur ombak atau didinginnya malam rimbunnya pegunungan dan digelapnya gua. check : http://kawanlaba.wordpress.com/2008/04/13/kesetiaan-pulau-cangke-pangkep/
bukan masalah bagikami tidak punya uang, seperti yang dirisaukan hampis seluruh mahasiswa di Indonesia ini…kami bukan anak-anak manja..kami adalah batu hitam didasar sungai yang tak akan bergeser sedikitpun walau kerasnya arus(budi zulkifli dalam filmnya Catatan harian Budi – kata adi). bahu-membahu kami berjuang untuk satu kata. ILMU.
jurus kami sederhana saja, kalau tidak ada uang, ya kami memancing didanau Unhas atau menjala, mencari lauk dengan menyekat kangkung dibawah kaki-kaki rumah pondokan yang kami tinggali dengan 500rb pertahun… sungguh hidup yang menyenangkan bukan? sebuah komunal yang dramatis tapi bahagia… kami anak-anak langit pantang menangisi lapar. karena lapar adalah sahabat yang akan mengajarkan kami bagaimana menjaalankan hidup dalam sebuah adaptasi yang kreatif.
kami berjuang mencari sinar-sinar harapan dimasa mendatang. bekerja bagi kami sudah biasa. karena sesungguhnya eksistensi manusia adalah saat ia bergerak dan menghasilkan untuk sesuatu di jagatraya ini. film mengejar matahari bukan lah tandingan dari romantisme yangkami alami….. dibawah naungan mentari kami berjanji satu samalain, menjaga ikatan ini, mendekap angan bersama-sama dalam sebuah mimpi dari cahaya yang kami tulis di dinding-dinding harapan kamar kost-kostan kami.
kadang ada pertengkaran diantara kami, kadang pula ada cinta yang menggelora, kadang ada duka tak tertahankan, kadang ada cerita luarbiasa tak diharapkan, kadang kami menggurui satu sama lain, kadang kami berbeda pendapat, kadang canda kami keterlaluan……. tapi hanya satu yang pasti, kita tetap bergandengan tangan kawan…..
sudah lah jangan menangis……………………………………… salam ridu pada kalian semua dari ku salahsatu sahabat kalian yang paling menjengkelkan…
Bekasi, 23.04.08
saat rindu dipersimpangan.
saat itulah hidup mesti berlanjut.
saat dimana kita akan bertemu pada suatu tempat
dimana semua kata-kata itu menguap.
sebuah tempat jauh dilubuk hati kita…. PERSAHABATAN
April 21, 2008
Gender, One of the bullshit word in this country
Posted by debudalamwaktu under Lifestyle, Seniman hari-hari | Tags: gaya hidup, gender, if balthazar, ilham firmansyah, jakarta, life style, pesta, story |[2] Comments
PESTA PERADABAN MASA KINI
(STRIPTEZEA)
if Balthazar expressive
Aslm…………
waktu itu malam menunggu (februari 2008)….. aku ada ditengah sebuah pelatihan sebuah perusahaan bir pertama di Indonesia, acara ini sungguh sangat sekuler dan spektakuler (kira-kira menghabiskan dana lebih dari 5oo juta untuk menggelarnya) ….
materi-materi yang terkandung didalamnya pun tak lepas dari penaklukkan-penaklukan pasar dan bagaimana bisa menjual bir yang mereka produksi sebanyak-banyaknya kepada masyarakat luas…
tak pernah ada dalam pemaparan pemateri untuk memperhatikan dampak alkohol yang akan mempengaruhi kualitas akhlak generasi yang mencandunya….. wong yang menjualnya pun sudah kadarluasa terhadap akhlakul karimah yang di idamkan menjadi pondasi bangsa ini agar bisa sembuh dari penyakit kebudayaannya.
sungguh mengagetkan memang….kusangka acara yang dihadiri para pembesar-pembesar dari perusahaan ini pun hadir didalamnya..sungguh konsep yang sangat menawan sekali…makan malam disajikan bersama tarian ular yang dramatik dibalik tirai besar yang tertutup sebuah panggung…..
semakin malam pun, acara semakin menggila- suasana bukan lagi hangat….. tapi kacau, keteraturan diantara chaos hingar-bingarnya laju emosi yang terbius lewat Sound system berkekuatan mega besarnya mengaum-ngaum dalam ruangan ini…. sungguh pemandangan yang sangat exoticism ….. impressive sekaligus sensasional khususnya bagi diriku yang baru pertama kali melihat barbarian party in the city like this….. Wooooowwwww……
tak hanya itu, pesertapun bersorak…melolong-lolong layaknya serigala….. mereka yang sebagian besar berkelamin Adam pun tak ragu lagi… menenggak terus mixed alcohol with softdrink yang tersaji dihampir setiap sudut ruangan itu….. akupun larut didalam nya….. tarikkkkk manggggggg!!!!!!
SUNGGUH BERTAMBAH GILA SAJA BANGSA YANG BESAR INI. dukungan kultus yang menjadi kebiasaan dikota-kota besar seperti jakarta ini makin membuat bangsa ini semakin seperti tongsampah saja….. dari luar terlihat indah dan syahdu dengan adat ketimuran yang tergerogotinya… sementara didalam merasuk-rasuk lewat sendi-sendi kehidupan rakyat segala macam kebebasan sekuler masyarakat gaya barat….. sungguh mengharu biru yang menyenangkan……. keindahan yang menyedihkan…..
Akhirnya, pesta tak lagi sebagai ajang menyegarkan pandangan mata mereka yang setengah sadar itu….. salah seorang mulai mengerubungi sang penari layaknya lalet mengerubungi maaf…. Kotoran hewan…. memababibuta…. mencubit kirikanan diakhiri seliapan 100ribuan di celana dalam sang penari…peristiwa dahsyat bagiku….eksploitasi wanita dengan segala macam “perhiasan wanita” yang diagung-agungkan bangsa ini lewat kata “MALU” dijaman dahulu… kumandang Gender tampaknya hanya jargon omong kosong saja di negeri ini. dalam implementasinya… 0 besar….. apakah perjuangan gender hanya dinilai dari bagaimana wanita bisa menjadi wakil rakyat atau dapat menggugat perceraian karena suaminya kalah kaya darinya….. memang sebuah pendapat yang getir dan sama sekali tidak teoritis… tapi seseungguhnya hanya stimuli ini yang dapat kupaparkan kepada khalayak…bahwa ada segelintir dan mungkin banyak acara yang ku tak tahu seperti ini di kampung-kampung, di acara pemilihan kepala daerah… dimana wanita menjadi ajang eksploitasi bagi kaum adam demi sebuah pertunjukan yang memukau …… ku tunggu pergerakan kalian….. setitik debudalamwaktu hanya sampah dialam semesta itulah aku…. mahluk Tuhan yang paling Sensi….. hehehehehhe ….. Salam damai…. Wassalam



















