Seniman hari-hari


AKU SETITIK DEBU DALAM WAKTU


Oleh ilham.F

Perjalanan waktu membuat kita terombang-ambing dalam lingkaran kebisuan.

Saat ia berdetak dengan kemegahannya. Titik-titik detik dari angka ke angka
membuat senyuman maupun tangisan jadi bermakna.

Kata orang, waktu itu bagai roda dalam jalan kehidupan. Selalu berguling
tinggalkan jejak untuk dikenang sebagai masa lalu, atau bagi seorang
pengembara diatas pedatinya yang bermimpi tentang negri indah dimasa depan.

Tapi bagiku, waktu adalah tiga busur panah yang melesat bersama dengan
kekuatan syarat takdir. Sebelum ini, hari ini, dan setelah ini. Terus
melesat ikuti prasyarat materi.

Panah masa lalu dibentuk oleh panah hari ini, dan panah masa depan pula
bergantung pada arah panah hari ini. Memusingkan …………

Sungguh kematian yang mungkin menyiratkan tentang perhentian arah panah pun
masih pula jadi pertentangan. Bagiku, setelah mati tiga panah masih terus
berjalan dengan laju yang entah cepat atau lambat. Tak ada bahasa bumi, tak
ada bahasa materi– semuanya  masuk pada “Lingkaran Kebisuan”.

Kenangan tinggal impian bagi manusia tuk perbaiki syarat masa depan.
Saatnya kita melepaskan perasaan dan biarkan “Lingkaran Kebisuan” membuat
kita menghamba kepadanya. Apakah mungkin percepatan menembus batas-batas
ruang dan waktu?. Pasti. Bintang yang kita lihat di teleskop adalah bintang
seratus juta tahun yang lalu, begitu pula sebaliknya bila kita berada pada
posisi bintang. Dan andai ada mahluk lain yang melihat kita melalui
teleskopnya, adalah kita seratus juta tahun yang lalu pula.

Andai saja benar-benar ada mahluk lain diluar sana yang bisa melebihi
percepatan cahaya, pasti ia sungguhlah Agung. Apakah yang tak bisa
dijelaskannya pabila ia dapat menembus masa lalu, hari ini, dan masa depan.
IALAH YANG MEMILIKI ENERGI MAHA SEMPURNA. Tentang kelahiran dan titipan nyawa hanyalah urusan kecil dari pekerjaannya. Dan pertanyaan tentang agama
dapat dijawab dengan mudah sebagai buku pedoman idealitas tentang masa lalu
dan masa depan tuk jalani hari ini penuh harmoni.

Para politikus selalu memaknai fenomena yang terjadi sebagai suatu bagian
dari desain besar. Dan apakah kehidupan yang kita jalani ini bukanlah
sebuah desain besar dari Si Entah Siapa?. Apabila Seno Gumira
mengatakan “Dunia Seperti Adanya Dunia” pada Kitab Omong Kosong bagian
pertama. Bahwa dunia adalah materi belaka, dan materi adalah potongan-
potongan syarat untuk terciptanya hari ini, dunia ini, dan kehidupan ini.
Pabila seperti itu adanya, Semesta terlalu besar bagiku!!!

Keyakinan…….. keyakinan yang bagaimana yang dimaksudkan? Keyakinan tentang
apa?. Apakah tak mungkin manusia bisa menciptakan dunia untuk manusia.
Nyatanya beberapa manusia bisa menembus batas energi dunia. Beberapa
manusia bisa memecah tubuhnya menjadi empat unsur ; Air, Api, Tanah, dan
Udara. Dan ada pula manusia yang bisa menembus lapisan-lapisan semesta,
entah sampai tingkat berapa kita bisa sampai pada Yang Maha Berkuasa Atas
Semesta.

Kehancuran semesta dan isinya. Apakah mungkin itu sebagai titik balik dari
kehidupan yang kita jalani pada kehidupan panjang selanjutnya yang sudah
direncanakan sedemikian rupa. Apakah kita yang sudah terlepas dari raga
akan dilibatkan dikehidupan selanjutnya? Siapa yang tahu. Bertanyalah lewat
doa, permohonan, atau apapun istilahnya.

Apakah kehidupan selanjutnya masih ada wangi tanah basah dan embun dipagi
hari? Apakah masih ada senja yang seti temani pelangi? Apakah masih ada
tangis dan tawa dalam keluarga? Apakah masih ada hujan dan desir ombak yang
membuat kita terlarut dalam kesunyian bahasa? Apakah masih ada pengorbanan,
ketulusan, kesetiaan, pengabdian, kesejatian, dan apakah masih ada CINTA?
………………………..?

Aku adalah sebutir debu dalam angin yang singgah diwajahmu,
Aku adalah setitik noda dari karya seniman yang maha tak tertandingi.
Apakah kesedihanku punya arti?
Apakah jerit tangis si hina ini membuat dunia mengasihani?

Atas nama 9 indra yang tergerak oleh cahaya
Biarlah surga kupapah hingga ku tak kuasa
Demi mereka yang menjatuhkan airmata memandangku
Sampai hancurku mendebu.

Ilham. F
Bumi saat gelap malam,
Saat hari diulang kembali pada 27 Mei
Saat tahun– baru sampai pada angka 2008

Entah pada keberapa ratus juta tahun umur bumi.

pure self diclousure

Kepadamu Aku bersujud memohon ampun…. dengan tangis…. dengan duka atas ke-salahanku selama ini. Ya Ar Rahman Ya Rahim…. berikan hamba-Mu ini kesempatan melewati hidup dengan Ridho-Mu ya Allah.

semua teras besar…

dari kebesaran-Nya itu tak dapat kupahami lagi….

Ia Terasa Dahsyat…

Alam Semestapun tak mampu….

Tiba-tiba ku Duduk bersimpuh saat semua bayang dan mosaik-mosaik kehidupanku berkumpul jadi satu… Serupa penyesalan terdalam di Sebuah Tsuraya hitam………… hanya Hitam,,,,,,,,,

maaf………. Aku tak bisa menulis apa-apa. hanya tangis, pada rindu atas kedamaian ini. Ya Allah, Terima Kasih…. Aku menangis Lagi. Setelah menahun Air mata ku membeku!!!…..

SAATNYA KU KEMBALI…

SEJENAK SAJA……

HANYA UNTUK MEMOHON MAAF…..

MEMANDANG SENJA…..

MERANGKAI KATA-KATA…..

DAN BERSAMA SAHABAT MENATA CITA-CITA….

AKU KAN MEMULAINYA KEMBALI DARI SANA!!

DARI SEBUAH SENJA….. SAAT PERTAMA KU TIBA….

Hari inilah selayaknya Rumah. bukan rumah sebuah tempat- bukan rumah sebuah panggung- bukan rumah sebuah batu- rumah bukan sebuah konotasi dari kehangatan kasih sayang, tapi rumah adalah waktu, rumah adalah saat, rumah adalah rentang, rumah ialah singkat atau lamanya sesuatu, rumah intisari dalam setiap jenjang detik ke detik, hari ke hari, umur melalui umur, hidup melalui hidup, bahkan hidup melalui umur. (from rumah waktu check: http://kawanlaba.wordpress.com/2008/04/15/rumah-waktu-2/)

Sejengkal dari hidup anda untuk meluangkan waktu agar dapat melirik kisah unik saat kami mahasiswa dahulu… Buku, Pesta dan Cinta (Gie)….

cerita sederhana dalam kehidupan sehari-hari kami… anak KOSMIK UNHAS MAKASSAR….

setiap hari angin laut kerap meniup kedarat. menyanjung-nyanjung penduduk kota makassar ini. aku dan beberapa teman tak jarang menyahut panggilan itu… bersuka cita kami pergi kesana hanya untuk melepas penat akibat jadwal kuliah yang padat waktu kami masih mahasiswa baru dahulu…

aktifitas kami boleh dibilang sangat padat… kami melakukan banyak hal dalam satu waktu, bermain, belajar, ber”kasih”, dll. tak jarang belajarpun kami anggap sebagai sebuah permainan yang menyenangkan…karena memang itulah yang kami lakukan,

kami anak komunikasi unhas atau yang kerap disebut-sebut sebagai anak KOSMIK (korps mahasiswa ilmu komunikasi) memiliki atribut serba biru merah…biru melambangkan kedalaman lautan dan merah melambangkan keberanian(kuranglebih begitulah sederhananya)…. kurang lebih kerjaan kami 50% kuliah 30% bercanda 10% cinta dan sepuluhnya lagi persiapan kalau-kalau mahasiswa baru datang….. dan atraksilah para senior-senior dengan cara membadut di depan adik-adik maba…hampir setiap tahun itu kami lakukan…sadar atau tidak sadar…. tapi itulah yang menarik bagi kami, untuk kami eksistensi dari manusia-manusia yang terjepit ditengah antara miskin dan kaya adalah saat ia menjadi bahagia…. karena kebahagiaan sesungguhnya ada saat kita bisa berdamai dengan kenyataan….

beraneka ragam memang corak kehidupan kami..inilah yang membuat kami unik..serta radikal dalam menentukan prinsip hidupkami sebagai pelajar yang memang tugasnya belajar. kalau bicara kreatif, kamipun merasa kreatif… banyak acara-acara yang kami gelar sendiri dari nol sampai acara yang memang produk kapitalisme media oh tentunya selalu ada hikmah yang bisa diambil oleh kami… para anak-anak langit. sejujurnya kami haus akan romantisme itu…terutama diriku saat penjara kapital ini mulai menggerogoti dan memaksa sedikit demi sedikit untuk realistis menantang dunia yang akan kami hadapi kemudian…..

disela-sela itu semua musim liburan datang…saya dan teman-taman mentaktisi dana kemahasiswaan untuk melakukan ekspedisi kedaerah-daerah yang sangat sukar dijamah oleh orang lain… gunung, lembah, laut, pulau terpencil kami arungi dengan pasti dan dengan canda tawa renyah kami diantara debur-debur ombak atau didinginnya malam rimbunnya pegunungan dan digelapnya gua. check : http://kawanlaba.wordpress.com/2008/04/13/kesetiaan-pulau-cangke-pangkep/

bukan masalah bagikami tidak punya uang, seperti yang dirisaukan hampis seluruh mahasiswa di Indonesia ini…kami bukan anak-anak manja..kami adalah batu hitam didasar sungai yang tak akan bergeser sedikitpun walau kerasnya arus(budi zulkifli dalam filmnya Catatan harian Budi – kata adi). bahu-membahu kami berjuang untuk satu kata. ILMU.

jurus kami sederhana saja, kalau tidak ada uang, ya kami memancing didanau Unhas atau menjala, mencari lauk dengan menyekat kangkung dibawah kaki-kaki rumah pondokan yang kami tinggali dengan 500rb pertahun… sungguh hidup yang menyenangkan bukan? sebuah komunal yang dramatis tapi bahagia… kami anak-anak langit pantang menangisi lapar. karena lapar adalah sahabat yang akan mengajarkan kami bagaimana menjaalankan hidup dalam sebuah adaptasi yang kreatif.

kami berjuang mencari sinar-sinar harapan dimasa mendatang. bekerja bagi kami sudah biasa. karena sesungguhnya eksistensi manusia adalah saat ia bergerak dan menghasilkan untuk sesuatu di jagatraya ini. film mengejar matahari bukan lah tandingan dari romantisme yangkami alami….. dibawah naungan mentari kami berjanji satu samalain, menjaga ikatan ini, mendekap angan bersama-sama dalam sebuah mimpi dari cahaya yang kami tulis di dinding-dinding harapan kamar kost-kostan kami.

kadang ada pertengkaran diantara kami, kadang pula ada cinta yang menggelora, kadang ada duka tak tertahankan, kadang ada cerita luarbiasa tak diharapkan, kadang kami menggurui satu sama lain, kadang kami berbeda pendapat, kadang canda kami keterlaluan……. tapi hanya satu yang pasti, kita tetap bergandengan tangan kawan…..

sudah lah jangan menangis……………………………………… salam ridu pada kalian semua dari ku salahsatu sahabat kalian yang paling menjengkelkan…

Bekasi, 23.04.08

saat rindu dipersimpangan.

saat itulah hidup mesti berlanjut.

saat dimana kita akan bertemu pada suatu tempat

dimana semua kata-kata itu menguap.

sebuah tempat jauh dilubuk hati kita…. PERSAHABATAN

PESTA PERADABAN MASA KINI

(STRIPTEZEA)

if Balthazar expressive

Aslm…………

waktu itu malam menunggu (februari 2008)….. aku ada ditengah sebuah pelatihan sebuah perusahaan bir pertama di Indonesia, acara ini sungguh sangat sekuler dan spektakuler (kira-kira menghabiskan dana lebih dari 5oo juta untuk menggelarnya) ….

materi-materi yang terkandung didalamnya pun tak lepas dari penaklukkan-penaklukan pasar dan bagaimana bisa menjual bir yang mereka produksi sebanyak-banyaknya kepada masyarakat luas…

tak pernah ada dalam pemaparan pemateri untuk memperhatikan dampak alkohol yang akan mempengaruhi kualitas akhlak generasi yang mencandunya….. wong yang menjualnya pun sudah kadarluasa terhadap akhlakul karimah yang di idamkan menjadi pondasi bangsa ini agar bisa sembuh dari penyakit kebudayaannya.

after light you\'ll think about time...

sungguh mengagetkan memang….kusangka acara yang dihadiri para pembesar-pembesar dari perusahaan ini pun hadir didalamnya..sungguh konsep yang sangat menawan sekali…makan malam disajikan bersama tarian ular yang dramatik dibalik tirai besar yang tertutup sebuah panggung…..

dont ever you do that in your life

semakin malam pun, acara semakin menggila- suasana bukan lagi hangat….. tapi kacau, keteraturan diantara chaos hingar-bingarnya laju emosi yang terbius lewat Sound system berkekuatan mega besarnya mengaum-ngaum dalam ruangan ini…. sungguh pemandangan yang sangat exoticism ….. impressive sekaligus sensasional  khususnya bagi diriku yang baru pertama kali melihat barbarian party in the city like this….. Wooooowwwww……

tak hanya itu, pesertapun bersorak…melolong-lolong layaknya serigala….. mereka yang sebagian besar berkelamin Adam pun tak ragu lagi… menenggak terus mixed alcohol with softdrink yang tersaji dihampir setiap sudut ruangan itu….. akupun larut didalam nya….. tarikkkkk manggggggg!!!!!!

SUNGGUH BERTAMBAH GILA SAJA BANGSA YANG BESAR INI. dukungan kultus yang menjadi kebiasaan dikota-kota besar seperti jakarta ini makin membuat bangsa ini semakin seperti tongsampah saja….. dari luar terlihat indah dan syahdu dengan adat ketimuran yang tergerogotinya… sementara didalam merasuk-rasuk lewat sendi-sendi kehidupan rakyat segala macam kebebasan  sekuler masyarakat gaya barat….. sungguh mengharu biru yang menyenangkan……. keindahan yang menyedihkan…..

Akhirnya, pesta tak lagi sebagai ajang menyegarkan pandangan mata mereka yang setengah sadar itu….. salah seorang mulai mengerubungi sang penari layaknya lalet mengerubungi maaf…. Kotoran hewan…. memababibuta…. mencubit kirikanan diakhiri seliapan 100ribuan di celana dalam sang penari…peristiwa dahsyat bagiku….eksploitasi wanita dengan segala macam “perhiasan wanita” yang diagung-agungkan bangsa ini lewat kata “MALU” dijaman dahulu… kumandang Gender tampaknya hanya jargon omong kosong saja di negeri ini. dalam implementasinya… 0 besar….. apakah perjuangan gender hanya dinilai dari bagaimana wanita bisa menjadi wakil rakyat atau dapat menggugat perceraian karena suaminya kalah kaya darinya….. memang sebuah pendapat yang getir dan sama sekali tidak teoritis… tapi seseungguhnya hanya stimuli ini yang dapat kupaparkan kepada khalayak…bahwa ada segelintir dan mungkin banyak acara yang  ku tak tahu seperti ini di kampung-kampung, di acara pemilihan kepala daerah… dimana wanita menjadi ajang eksploitasi bagi kaum adam demi sebuah pertunjukan yang memukau …… ku tunggu pergerakan kalian….. setitik debudalamwaktu hanya sampah dialam semesta itulah aku…. mahluk Tuhan yang paling Sensi….. hehehehehhe ….. Salam damai…. Wassalam

RAJAH DAN LABA-LABA

OLEH SAIFUL Romadon

aslm. kawan ilham..
laba-laba.. jelas! adalah hewan.. yang juga mendapat karunia luar biasa dari-Nya..

hanya.. iya! secara fisik dia hanya..
tetapi lihat potensinya.. potensi yang.. dianugerahkan-Nya..

kawan Ilham.. seekor laba-laba itu..
iya! laba-laba kecil itu.. menjadi bagian terpenting.. mozaik vital..
dari cerahnya suatu peradaban.. peradaban Islam.. peradaban ummat manusia..

kawan Ilham.. kisah “ke thoat an”.. obey without reserve..
laba-laba itu.. termaktub indah.. dalam sepenggal cerita Hijrah..
pemimpin (sejati) ummat manusia.. manusia besar dan utama.. (Michael H. Hartz)..

kawan Ilham.. dia dengan potensi kecil.. yang disyukurinya.. menyelematkan Rosul.. menyelematkan embrio Islam.. menyelematkan Risalah..

kawan Ilham.. laba-laba itu menutupi gua.. saat Rosul dalam bahaya.. tentu saja kita berhak mengaguminya.. bagaimana cara?

kawan Ilham..
laba-laba itu mengajarkan “kepasrahan”.. akan kehendak-Nya..
tentu saja kita harus.. meniru sikapnya.. sikap makhluk mungil itu..

untuk taat kepada-Nya.. dan salah satu bagian terpenting.. dari ketaatan itu..
adalah “menemui”nya..sehari lima waktu.. sholat..
dan syarat sah sholat..adalah suci dengan wudhu..

kawan Ilham..
-maaf- syarat sah wudhu adalah.. tidak terhalanginya.. air atau debu tayamum..
ke dalam pori-pori kulit kita..

kawan Ilham..
salah satu hal.. yang membatalkan wudhu.. dan tayamum kita adalah..
adanya rajah.. atau tato di atas permukaan kulit.. walaupun rajah itu..
adalah ekspresi kita.. mengagumi laba-laba..

kawan Ilham..
seandainya.. laba-laba itu.. bersuara dalam kelam.. gelapnya gendang telinga kita..
tentu ia meminta..jangan seperti itu.. mengaguminya..

kawan Ilham..
saya sudah melihat.. gambar di dada saudara.. dalam celoteh sang bajingan(?)..

kawan Ilham..
mungkin saya tak memahami sastra.. tak pula jua memuja..
saya hanya penikmat.. novel-novel pembangun jiwa.. saya hanya memahami..
karya sastra lahir dari eksplorasi..eksplorasi diri sebagai manusia (ciptaan-Nya)..
eksplorasi terhadap keindahan alam (ciptaan-Nya)..
eksplorasi terhadap peristiwa manusia (ciptaan-Nya)..
eksplorasi terhadap semua (ciptaan-Nya)..
dan apa saja! (ciptaan-Nya)..

kawan Ilham.. apakah tidak aneh.. di satu sisi kita mengekspresikan..
sesuatu tentang-Nya.. tetapi di sisi lain.. kita salah dalam.. cara “memuja”-Nya..

maafkan aku kawan..

nb :
tujuan mulia..
menuntut cara mulia..
telah jelas dan terang..
antara al haq (Kebenaran)..
dan batil..
antara yang Putih..
dan yang Hitam..
kenapa kita memilih “abu-abu”..
padahal Yang Kuasa..
tidak membuat warna “itu”..

THURSDAY, 10 JANUARY 2008

EKSISTENSI BUMICENTRISME YANG AGUNG

SALAH SATU SAHABAT PERGI LAGI….. SEORANG TEMAN YANG SEDARI KECIL MENITI HIDUP BERSAMA TELAH BERPULANG KEPADANYA…. SEPERTI JUGA ANGIN IA MELESAT BERSAMANYA MENUJU NIRWANA… ENTAH MENGAPA PERASAAN INI BENAR2 SUDAH SANGAT MEMBATU SAMAPAI MENANGISPUN KUTAK BISA LAGI….

IA BAGAI SESEORANG YANG PERNAH HILANG JUGA DARI MASA LALU…SATU-PERSATU SAHABAT PERGI TIGGALLAH BIDADARI YANG TAK KUNJUNG HADIR DISINI…MENEMANI KESEPIAN YANG SESUNGGUHNYA INI. AKU ADALAH CADAS DI LEMBAH HITAM…. BERDIRI TEGAK MENANTANG HIDUP, TANPA ADA LAGI SESEORANG YANG KU KATAKAN KAWAN, TAK ADALAGI SESEORANG YANG KUKATAKAN KEKASIH, TAK ADA LAGI RITUAL YANG MEMBUATKU TERENYUH PADA HUMANISME DAN KETUHANAN, AKU ADALAH IA YANG YANG MEMBATU…. BERDIRI TEGAK MENAHAN GELOMBANG, MENITI NAFAS BERSAMA TAJAMNYA ANGIN MALAM….


SUNGGUH TAK ADA LAGI YANG DAPAT KUKATAKAN… KESEDIHAN INI TELAH MENJADI BARA UNTUK PERJUANGAN…UNTUK SEBUAH HIDUP YANG TAK TENTU TUJUAN…HANYA BERJALAN MENITI HARI DEMI HARI BERSAMA PELUH YANG TERUS MENETES DERAS…


AKU BUKANLAH BUNGA LAGI… DARI DALAM PEMAHAMAN YANG KOMPLEKS BERKOLABORASI BERSAMA KETIDAKTAHUAN SUPER BODOH… MENYIMPULKAN BAHWA HIDUP ADALAH SEBUAH PROSES DIMANA AKAL DAN DIJIWA BERMAIN DIDALAMNYA. MANUSIA MENJADI TAKDIR UNTUK HIDUPNYA SENDIRI DAN ADAPULA YANG MENJADI SEBAB KHUSUS UNTUK MANUSIA YANG LAIN… UNTUK KESEKIAN KALINYA KEPERGIAN TIDAK UNTUK DITANGISI..TAPI UNTUK OBAT KEPADA PARA PEJUANG KEHIDUPAN SEBAGAIMANA AKAL DAN JIWANYA MELESAT BERSAMA MENJADI ANGIN DAN UDARA YANG KITA HIRUP DAN MENGENDAP DI TUBUH UNTUK DIJADIKAN SEMANGAT. TIDAK HARIS BERAKHIR KESEDIHAN..


ATAS NAMA INDRA YANG KUPAPAH HINGGA KUTAKKUASA.. KULAMBANGKAN DIRIKU SEBAGAI MAHLUK KHUSUS DALAM KEHIDUPAN… AKULAH LABA-LABA HITAM YANG KEHADIRANNYA TAK PERNAH DIHARAPKAN… TAPI KU KAN BERJUANG HINGGA SUATU HARI KEHADIRAN INI BUKAN SEKEDAR BILANGAN TAPI JUGA DIPERHITUNGKAN… AMIN…. setitik debu DARI BUMICENTRISME YANG AGUNG !!!

ide pembaharuan anak zaman
18.01.08

sebuah rangkuman dari interpretasi obrolan dengan pak M. Yunus Anggota DPRD pelelawan Riau.

1. interpretasi nama

ilham firmansyah
il(keras mengambil keputusan)
mim dari am (Kepemimpinan)
fir (Jiwa Pertimbangan)
Syah (keras hati dan total mengambil keputusan?)

catatan :
* kalo cari istri jangan yang keras juga nanti pasti cekcok setiap harinya.

2. interpretasi tanda tangan

M. Yunus Syam: tanda tangan kamu terlalu rumit. disatu bagian bertele-tele tapi dibagian yang lain kamu tegas. ciri keesaan secara simbolik pun muncul. tapi apabila kita gabung….lihat apa yang terungkap…. sebuah kepala Singa yang lapar dan siap menerkam terlihat disana.

3. interpretasi garis

kali ini kamu lambat dan lebih kepada sebuah dominasi, dalam satu kondisi memang baik tapi sebuah konsep kesetaraan yang tegas jauh lebih baik dari itu semua.

4. Ketatanegaraan

sebuah konsep zaman harus lahir oleh anak generasi zaman tersebut. aristoteles “sang organisator”, imanuel kant, hegel, dst.

negara kita ini kotor.
sistem jaman dulu negara ini memakai konsep sentralisasi dimana disimbolkan melalui bentuk segi tiga sama sisi yang berdiri dengan sisinya.
konsep tersebut memiliki arti bahwa segala kebijakan itu datangnya dari pucuk kecil/sudut kecil pemerintahan pusat dan turun ke daerah untuk di implementasikan

tapi hal ini sudah kaku dan menurut saya akan dengan mudah di manfaatkan oleh ras tertentu membangun singgasananya di pemerintahan. tak ada konsep “putra daerah” yang ada malah putera bangsa dari daerah …. bla bla bla…..

antitesa pun muncul dan lahirlah konsep segitiga terbalik yang mengagungkan kata-kata otonomi daerah.
hal ini menjadi pelik, dimana para intelektual negara pun mengagungkan konsep kenegaraan mereke masing-masing tentunya dengan selogan “tak mungkin menyapu lantai yang kotor dengan sapu yang kotor pula “walhasil malahan memperkeruh dan menambah kotor lantai tersebut”…. idealnya sih seperti itu- gak ada yang tau dalam implementasinya

I, ME & MY SELF

04.02.08

(sepulang dari rumah-chi)

Sekedar kopi hangat cerita sederhana ini yang bisa kusampaikan pada awal perjumpaan kita…….

Sebuah kisah tentang perseteruan besar yang dilakukan ilham dan Mr.If disuatu malam…. (03.04.08)

Makassar 4 tahun yang lalu….(“I’m Going back to the start” – The Scientiest. Cold Play)

Kulihat ia berjalan sendiri menyusuri dahan-dahan akasia yang jatuh sehabis hujan besar tadi malam. Ia tertunduk. Kusapa ia sebagai perkenalan karena memang aku jauh sebagai seniornya dan ia hanya sebagai anak baru di kampus itu. Bla-bla-bla….. dan semuapun menjadi cair semenjak saat itu….

Ku pernah mengatakan kepadanya kalau aku mencintainya…sudah sangat lama…sudah sangat lama semenjak waktu itu. Bahkan diriku sudah berlalu bersama beberapa hati karena memang ”tak ada harapan”…hahahhahha— alasannya juga karena memang ia juga sudah bersama salah satu teman baikku…

Setidaknya ia pun tahu kalau diriku mencintainya.

Jakarta kala itu hujan (oct.07) ”Autumleaves-Nat King Cole”

Ku ajukan 3 pertanyaan kepada dirinya yang bisa ku pastikan ia pun sudah lupa(dalam situasi kami berdua sedang ”sendiri”)…..

1. Apakah apabila teman baikku itu kembali kepadamu kau akan menerimanya kembali? (tanyaku) — eeennnnnggak tau!!! (jawabnya) : Score = Mentah

2. Apakah pernah dari dulu terlintas dalam kepalamu bahwa kita bisa bersama (pacaran-Red)…..? Enggak!!! : Score = (GABRUK!!!/Jatuh Tersungkur)

3. PERNYATAAN=Baiklah mungkin kau belum bisa mempercaiku, karena memang record ku buruk selama ini dimatamu (cari jalan lain–-Mr.If) aku akan datang kepadamu 2 bulan lagi agar kau bisa memikirkannya dan ku akan mengulang pertanyaanku itu (waktu itu gak tau mau dapat duit dari mana!!! Binun!!!)

Dan begitulah ringkasannya.

Pertengahan Desember Pertengahan Hati (Des 07) ”Darah Muda – H. Rhoma Irama”

Akhirnya ku menemukan jalannya… kukira ini takdir…. tenyata!!!!

Aku tahu apa yang akan kuhadapi dengan nekat berangkat kemakassar…. (tidak untuk membuat ”dia” berpikir). (1.) ku harus rela 1 minggu tak mendapat kabar dari bos kantor apakah aku masih pegawainya atau tidak sementara cicilan motor belum lunas (2.) ada 1 order yang terpaksa dibatalkan. (3.) sebagai tukang pasang stiker dan spanduk (menurutnya) cabutan yang sengaja didatangkan dari jakarta ternyata ku harus berhadapan dengan suasana yang sangat tegang….untung-untung tak terjadi apa-apa….

But its okay!!! Dari 4 hari disana aku hanya punya waktu luang pada malam minggu…. dan kumanfaatkanlah untuk bisa bersamanya…. dan tentunya ku ajukanlah pertanyaan yang sudah kujanjikan tersebut:

”Bagaimana…… ku tepatikan janjiku……hahahahh (merasa sangat laki-laki)”

”ah ka’ilo kesini mah bukan karena aku. Tapi karena order”

SCORE = MENTAH!!!!

Dan lagi-lagi MENTAH….TAH….TAH!!!!

Ya tampaknya tidak sesuai rencana…padahal sudah ada di awang-awang kalau nanti pulang bakal ada orang yang akan ku telp setiap malam, atau Cuma ngingetin makan siang, atau bla-bla-bla Standar Oprasional Pacaran (SOP)

SUNGGUHKAH INI JANUARI 2008 (IF You leave me now – Chicago)

Setelah terus menerus sms berkali-kali dan dibalas secukupnya, akhirnya kubertanya pada seseorang teman sekaligus musuh yang kadang ia tak sadar “Ka Adi”

“kayanya cukup deh ka adi”

“ah kau ini…kau masih saja terus dengan ke-Aku-an mu. Buang jauh-jauh itu semua dan berusahalah tulus”

“bagaimana ya……”

“Cuma satu yang bikin kau kalah dari si domba!!”

“kok si domba lagi…..”

“ya jelas… kau punya banyak hal yang dia tidak punya…. Tapi itu tidak penting… kau bisa dengan mudah mendapatkan seseorang yang lebih dari dirinya…tapi kenapa kau tidak lakukan!!! Karena kau mencintainya!!! Ikhlas adalah kuncinya..” (kalau teori nih orang……Jagonya!!!prakteknya=emmmm)

Dan ku pun bertanya pada si-Sob

“sob, lo dimana?”

“didapur sob…. biasa sibuk neh gw coz dah mau take”

“wah ganggu dong gw sob”

“gak sob, santai aja….knape sob”

Bla-bla-bla

“wah lo mendingan kaya gw aja sob…cari duit sebanyak-banyaknya trus be Mr.happyalone”

Ting!!!

now i just wanna be mr.happy alone

<sempat terpikir tuk bertekad mengakhiri>

“Kok gak ada kabarnya lagi….. (intinya) kalau emang gak suka gw ganggu lagi lo bilang aja…gw mundur teratur!!!”

”sorry aku gak ngabarin gak ada pulsa… hehehe.. ka ilo apa kabar?”

– Ada Harapan Pemirsa!!!–

Kisah akhir…. untuk saat ini – sesuai tanggal ditetapkannya di bawah judul

Malam ini sepulang dari rumahnya….

Yaaa dia sibuk dengan kerjaannya…. gw ngantuk

Salah ngomong sedikit gw disuruh pulang…..

Gw ngobrol sebentar di telp …… dia ngobrol di telp juga ampe gw pulang

Akhirnya pun pulang ke-gerimis-an….kasihan!!!!

I, ME & MY SELF

Namaku ilham firmansyah dan seseorang yang sangat kubanggakan hidup didalam benakku selama ini bernama if/redspider/balthazar – apakah anda bisa memahami….

Ilham ialah sekedar binatang yang berwujud manusia, sedikit bedanya dengan binatang secara material ia diberikan akal untuk bisa menjadi atau secara tidak langsung “Mr.IF” ini telah hidup sebelumnya di alam lain untuk diberi makan terus menerus oleh seseorang budak bernama ilham.

hipotesanya….

ilham adalah budak dari Mr.IF namun

Mr.If menumpang hidup dalam diri ilham

ilham tumbuh dan berkembang bersama mr.If tapi

Mr.If dan ilham Punya kendali yang sama dan

bisa bersahabat ataupun saling membunuh

kegilaan dalam diri ataupun dalam peradaban yang bisa dilakukannya.

pernahkah sesekali kita berpikir bahwa selama ini kita hanya memberi makan, minum, belajar, bersendagurau, bercinta, bersosialisasi, berkomunikasi, dll hanya untuk seseorang yang hidup didalam diri kita ini. seseorang yang sama sekali berbeda dengan diri kita dalam tataran kesadaran tertentu- antara kesadaran indifidu dan kesadaran sosial mengenai diri kita.

Ilham adalah mahluk suci sedemikian rupa hingga ia hanya mengikuti perasaannya kadang-kadang saja akal ini dimainkannya…sangat berbeda dengan yang dilakukan Mr.If. Mr.If bilang kepada diri-nya kalau ia dalam bertindak akan berusaha selalu proporsional… dan memang porsi si dia sedang besar didalam “diri” kami berdua. Tapi mr.If terus saja meyakinkanku— apakah ia yang ku jadikan Cita-cita saat ini memang pantas dijadikan tujuan untuk orang seseorang seperti mr.If…. kalau untuk ilham mungkin!!!

THE DIALOGUE

Sepertinya dia sama sekali tidak pernah mencintaimu sedikitpun (mr.If)

Mungkin ia butuh waktu (ilham)

Ia hanya memanfaatkanmu (mr.If)

Tidak…dengan begitu aku bisa berada di dekatnya (ilham)

Buktinya ia tak pernah sekalipun perhatian kepadamu (mr.If)

Mungkin dengan cara lain ia mengalihkannya (ilham)

Apa kalau sedang ada butuhnya saja ia menghubungimu… apakah selama ini pernah? (mr.If)

Belum… tapi akan (ilham)

Berapa lama lagi kau akan menunggu dan menutup pintu untuk yang lain seperti ini (mr.If)

Rasional lah sedikit… itu bakatmu (mr.If)

………………….. (ilham)

Hahahhahah kau tak bisa menjawab bukan….. dirimu hanya pilihan darinya….. ibaratkan dirimu adalah pintu…. sementara bagaimana ia masuk dengan kunci menuju dirimu yang telah ia patah-patahkan sendiri semenjak kau mengenalnya sampai sekarang….ia hanya menghabiskan waktumu. (mr.If)

Bla-bla-bla-bla-bla- Bla-bla-bla-bla-bla- Bla-bla-bla-bla-bla

Dan kalahlah aku bertekuk lutut dihadapan kecerdasan dan kerasionalan mr.If

Saatnya melanjutkan hidup!!! (ilham)

Man with the word

02:23 Wita.. kamar laba2 bekasi 11/10/07

Sudah hampir tak terasa…. Setiap detik menggebu–gebu mengejar awan… ia diam menghitam dan menghujan.

Apakah disini selalu menunggu janji…. Menepati kekasih yang tak menanti….. berlari tak berarti…. Berjalan tak bertujuan….. terdiam mengharukan… kesia-siaan serupa pedang bermata naga… bergagang emas…. Bertahta dermaga… berpandang lentera…di tengah malamnya selalu dusta…

Seseorang (si Ibu) mengatakan sebuah falsafah lama

what you wanna be?

I said “I wanna be me!!

she asked me again “when it will be… you must turn off your ego’ be the man with the words…. Or be the men with the sword… choose one!!

agak sulit memang menerjemahkan istilah tersebut dalam bahasa Indonesia. Karena akan mengurangi ruh dari nilai kesepahaman kita tentang “Lelaki dengan Kata-katanya” dan “Lelaki dengan Pedangnya”

hal tersebut seharusnya tak terlalu sulit dimengerti, secara gamblang tergambarkan bahwa Man with words akan selalu memegang terguh kata-katanya bukan man with words berarti lelaki dengan yang penuh dengan kata-kata serupa penyair.

Sementara dilain sisi Man With Sword diartikan sebagai lelaki yang senantiasa berpegang pada ketangkasannya , pedang digambarkan bermata 2 dimana kedua matanya itu sama tajamnya. Man with sword diidentikkan dengan seseorang yang luwes dan mudah bergaul pada kadar yang rendah, sedikit culas dan berorientasi akses dalam setiap gerak pergaulannya dalam kadar menengah, licik-kejam-lihai-buas-terperangkap pada aktifitas yang dikuasai spirit ambisi- pada kadar yang lebih parah…..

Next Page »