PAKUASANG

Posted: April 14, 2008 in Mozaik kehidupan
Tags: , ,

(Seorang ayah, Pekerja Jujur, dan sekedar Pejalan Kehidupan).

Oleh : Ilham.de.vozquea (art of life)

Dibalik wajahnya yang kusut masai dan bertubuh pendek kurus, tersimpan ketegaran hati dan keluhuran budi. Ia adalah Pakuasang (59 tahun). Salah satu titik yang tergores dalam kanvas akademika Universitas Hasanuddin dan bahkan lebih jauh dalam sebuah zaman kehidupan. Ia adalah sosok lelaki jujur, pekerja ulet dan teladan, serta seorang ayah yang sangat tabah dan tak mudah menyerah. Dipundaknya terangkul empat jiwa yang siap menuntut tanggung jawab. “ istri saya bisa membantu sedikit dengan berjualan, dan satu diantara anak saya sudah berkeluarga,” ujar lelaki tengah baya dengan rambut dan jenggot yang sudah mulai dipenuhi uban.

Bersama Ningkanang (50 tahun), Dari Palopo Pakuasang hijrah ke makassar sulawasi selatan delapan belas tahun silam. Kini mereka tidak hanya berdua ; Fitrianti, Irwanto, dan Agustono pun ikut mewarnai hidup sederhana mereka……

Pakuasang memulai pagi di Universitas Hasanuddin sebagai tukang sapu. Terlihat beberapa kali senyuman Pakuasang tertuang saat segelintir mahasiswa menegurnya. Sempat terpikirkan oleh Pakuasang tentang pentingnya pendidikan, tetapi ketidakberdayaan pada keadaan kembali memporak – porandakan mimpi yang baru saja akan bersemaiam di benaknya. Semua itu tak membuat semangat Pakuasang surut menghidupi keluarganya walau dengan bermodal pendidikan tanpa sekolahan. “dalam hidup hanya satu yang saya sesali, Tono dan Anto tidak bisa sekolah. Bahkan mereka sendiri sudah tidak berminat lagi untuk sekolah seperti mahasiswa – mahasiswa di kampus… Tampaknya pekerjaan saya akan menjadi pekerjaan turun temurun,” ujar Pakuasang pelan, dan setelah itu menghembuskan nafas panjang.

Matahari naik meninggi, Pas tengah hari bolong, di kompleks perumahan BTN Antara. Pakuasang terlihat sesekali mengusap peluh yang mengalir deras di dahi kala ia kembali setelah mengantar penumpang. Tak hentinya penumpang datang untuk diantarkan ketempat tujuan, pakuasang dengan sigap memandu becaknya tanpa pernah menghitung jarak yang akan ditempuh. Teriknya sinar matahari tak pernah menyusutkan semangat pakuasang. . Dengan bermodalkan keyakinan dan kerja keras, dari tahun 1985 sampai sekarang ia masih menggoes becak tuanya yang sudah mengalami modifikasi kanan – kiri……

Pulanglah pakuasang kerumah, karena Langit sudah mulai memerah, dan Senja datang membawa pesan malam kepadanya. Dari kejauhan tampak tono (12 tahun) pun kembali dari membawa becak. Mereka beristirahat sejenak. tetapi Demi waktu yang tersedia, mereka bersegera makan malam bersama. Setelah itu Anto (13 tahun) baranjak merapihkan semua barang – barang jualan kedalam becak, yang nantinya akan dibawa menjual didepan jalan Politeknik Unhas oleh pakuasang dan Ningkanang sampai tengah malam, sampai mata tak kuasa untuk terpejam.

“hari ini saya dapat lima belas ribu rupiah dari hasil bawa becak, dan sekarang sudah habis lagi untuk makan. Tetapi dikantong saya masih ada lima ribu, untung dari berjualan dan tono yang tadi membawa dua orang. Hari ini lumayan ada yang bisa ditabung walau beberapa ribu perak. Untuk beli becak lagi. Biar Anto bisa membawa becak juga untuk tambah – tambah ”. ujar Pakuasang dengan pandangan yang redup.

Setiap hari pakuasang melalui detik demi detik kehidupan dengan kerja keras. Kejujuran pakuasang dalam menyadari kehidupan tidak menyeretnya kedalam lembah penyesalan. Betapa mahalnya harga satu hari baginya, hingga kehormatanpun tertampikkan jadi barang langka. Mungkin sebagian dari kita tak pernah menyadari kehadirannya, Tapi toh ia tetap datang dalam sebuah warna dikehidupan, kita pun juga. Dalam keheningan tidurnya, kulihat pakuasang masih bisa tersenyum memandang mimpi– yang entah apa?……………….

Jangan khawatir akan kehormatan. Beberapa

di antara kita memang terlahir sebagai

orang terhormat, beberapa meraih kehormatan,

dan beberapa lagi tertimpa kehormatan.

Shakespeare, Twelfth Night, II.v.143

Ilham.f

(si Tampan dari Timur)

Comments
  1. ahsan ar rijal says:

    Pakuasang adalah seorang Mujahid..
    mungkin dia tidak pernah mendengar hadist..
    “Lelaki yang berdebu..
    demi memberi rizki anak istri..
    sesungguhnya mendapat pahala yang sama..
    seperti berjihad di jalan-Nya”.

    Pakuasang mungkin berharap..
    pada relung sempit hatinya..
    pada degup keras jantungnya..
    anak turunannya memperoleh..
    kehidupan lebih baik darinya..

    Pakuasang adalah lelaki terhormat..
    Pakuasang adalah suami terhormat..
    dan Pakuasang adalah ayah terhormat..

    Pakuasang memilih untuk..
    terhormat..

  2. easy says:

    sedang cari gambar becak, lalu nemu blog ini.
    helo.. salam kenal🙂

  3. asep says:

    saya upload di fb fotonya, misi ya omm!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s