A LITTLE BLACK CAT

Posted: April 15, 2008 in Sastra
Tags: , , , ,

A LITTLE BLACK CAT

REBORN FAM’A’LION REPUBLIC

Essay. IF. BALTHAZAR

Kucing hitam itu tidur dengan wajahnya tengadah kelangit. Dan sahabat kecilku bersandar pada kasih dan kehangatannya. Dalam kesendirian ia masih bisa merasakan alam ini lewat keheningan malam. Walau hidup yang keras dan kadang sampai meronta-ronta menahan perihnya tabir surya dan dinginya tangisan bumi. Ia tetap tegar demi kelangsungan hidup sebagai pejalan kehidupan.

Alam baginya adalah lingkaran takbertepi yang akan menjeratnya sampai takberjasad lagi.

Kawan kecilku yang sinar matanya menerjang-nerjang kegelapan malam, menyisakan pandangan yang membekas dihatiku. Dalam tidur, kelopak matanya terbuka sayup malu-malu. Sinar tipis terlihat bagai pancaran pandangan kedamaian.

Wahai kucing hitam legam yang tak henti menyusui. Pabila nanti aku tak lagi datang menjengukmu. Rasakanlah angin berhembus diwajahmu, dan aku akan membisikan cerita tentang kesejatian, ketulusan, pengorbanan, dan cinta ibumu kepadamu.

Tak usah sekalipun kau bersedih. Karena waktu dari awal bumi sampai keseratus juta tahun bumipun lagi akan sama. Sebelum ini atau setelah ini.

Mengaumlah layaknya kucing hutan yang kuat dan perkasa. Bicarakan selalu kesendirianmu dan kesedihanmu pada alam. Jangan sampai ia jadi duri dalam daging yang lama kelamaan akan menyakitimu terus menerus sampai semua tak bisa dibicarakan lagi.

Apakah kau akan tumbuh bagai air yang mengalir penuh keheningan? Apakah kau akan tumbuh bagai tanah yang dingin penuh kebisuan? Apakah engkau akan melayang-layang bagai debu didalam angin? Apakah engkau akan menjadi api yang menyinari bumi dengan hikmahmu? Engkaulah sang pejalan kehidupan!!!. Tetapi, kelak manusia dengan kemanusiaannya akan bertanya kepadamu “apakah mungkin kau buka gerbang itu lagi dengan kunci yang pernah engkau patah-patahkan!!?”. Hidup adalah sebuah pilihan kawan kecilku.

Diamlah sejenak sahabat……

Berhentilah berfikit tentang umurmu tuk lalui hidup. Itu kesia-siaan. Karena sesungguhnya hidupmulah yang seharusnya melalui umur.

Wahai karibku yang kepekatannya bagai malam!!! Esok hari mentari akan singgah temani hidupmu. Ia sungguh agung. Karena ia lah hari menjadi siang dan malam, bahkan manusiapun tunduk teratur kepadanya. Tetapi engkaulah sang kegelapan dari keadilan yang sesungguhnya ketidakadilan. Menunduklah saat ia terik dan menanduklah saat kau diatas dirinya. Dan jadilah sosok kebijaksanaan.

Bacalah kehidupan bagai lagu. Karena kehidupan itu ibarat irama yang terangkaikan oleh nada-nada. Indahnya kehidupan adalah kuasamu dalam menyusun nada-nada jadi irama yang akan terlantunkan bersama langkahmu. Nada yang penuh harmoni akan membuatmu mengerti arti Cinta.

Tercerahkanlah wahai engkau sang kucing hitam…

Janganlah engkau terjerumus dalam ketidakmengertian. Janganlah engkau pula menjadi budak manusia dalam kemanjaan. Jadilah liar!! Se-liar gagak bernyanyi kala malam, se-liar penyair ungkapkan Cinta lewat bahasa, se-liar keteraturan yang terbesit bagai ketidakteraturan.

Langit makin pekat. Awan hitam bercengkrama tutupi sinar rembulan. Semua memberi kesan bagi kedalaman malam. Apakah yang dirasakan ini adalah kebenaran dari keindahan?. Tidak!!. Suasana sesungguhnya hanya segelintir kabar dari kebenaran. Dan kebenaran dari keindahan adalah keindahan itu sendiri.

Si kecil hitam yang menyisakan isak dari mimpi yang entah apa. Terbangun mendapati ibunya telah membeku oleh dinginya hujan. Tanpa daya dan tanpa nyawa. Tak ada lagi air susu mengalir bersama kasih sayangnya, tak ada lagi tubuh yang setia melindunginya dengan kehangatan, dan tak ada lagi teman tuk jalani kehidupan.

Akupun pergi meninggalkannya. Karena air mata tak akan sanggup tertahankan apabila Doa terlontar dari mulut kecil tanpa dosa itu. Hanya secarik kertas dari doamu yang bisa kutitip dalam derasnya hujan.

Terima kasih telah datang ke dunia menemani kedua orang tuaku… karena sebagai anak bungsu aku tak lagi bisa diharapkan memberikan ketenangan bagi mereka, engkaulah sinar setelah kami anak-anak mereka dewasa… seorang cucu akan memberikan kebahagiaan yang tiada tara untuk mereka yang tak pernah terbahasakan dan terucapkan dari mulutku.

Selamat datang kedunia OMAR ISHAM FATHIN….. Keponakan gw neh!!!

Makassar 7/1/2005.

Re Write 3 Des 2007

“untuk sahabatku Dahlia yang baru saja meninggalkan dunia dan anaknya, dan untuk seseorang yang tersenyum dibalik lilin anak jalanan. Saat kemanusiaan dipersimpangan, untuk semua kaum MAMA persembahan PAPA…. terima kasih atas semua peran yang kalian jalankan”

Ilham.F(De.Vozquea)

Laba – laba merah!!

IF. Balthazar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s