GADIS

Posted: April 15, 2008 in Sastra
Tags: , , ,

Gadis

“PLAKK” gadis manis berbaju putih menampar keras tepat di pipi ku

“dasar kurang ajar ya!! Berani beraninya kamu colek – colek pantatku!” mataku tertuju pada bokong indah nan mempesona terbalut rok mini coklat motif polos, sepolos kulit pahanya yang putih menyilaukan.

“Yeee mba, aku kan enggak sengaja! Main tuduh–tuduh sembarangan lagi! ntar, kalau aku digebukin orang siapa yang mau tanggung jawab?” lantun ku tersenyum masih bercanda walau tangan kiri sudah meremas remas pipi yang terasa perih.

Di seberang jalan raya Pettarani angkot 07 mengantri ambil penumpang. Gorombolan Calo sibuk meneriakkan jurusan (“kampus, kampus, kampus de!”) yang saya kira sudah diketahuii kebanyakan calon penumpang sebelumnya. Bikin ribut saja!

Si gadis manis dengan kemeja putih yang hampir copot kancing-kancingnya. karena terlalu ketat mungkin?, masih saja memandang ku sinis. Belum puas rasanya hanya menampar cowok di sebelah yang menurutnya telah kurang ajar. Sebenarnya siapa yang kurang ajar? cowok jail yang hanya ingin tahu seberapa empuk dan berisinya bokong indah itu atau gadis korban mode yang mempertontonkoan paha putih mulusnya serta tonjolan tonjolan lain dibalik kemeja putih agak transparan itu. Mana tahan!!!

“mba, mba,!!”panggilku agak berbisik dari belakangnya. “sumpah mba tadi aku enggak sengaja kok. Mba aja yang salah paham. Maafin aku ya mba!”aku mencoba menjelaskan kepadanya, karena setelah kuperhatikan dengan seksama, si gadis manis ini sangat mempesona syaraf-syaraf indraku. Kalau tidak sih buat apa coba!!?

“Sudah deh, enggak usah cari alasan!! Cowok kaya kamu memang banyak di terminal-terminal kayak gini. Dasar bar-bar!!!” timpalnya, masih mengendus-ngendus geram bak kucing betina.

Tak lama mobil 07 jurusan kampus UNHAS datang. Ia naik cepat meninggalkanku. Satu, dua penumpang pun turut. Dan akhinya mobil hampir penuh. aku masih di tepi jalan menunggu mobil ikip jurusan pasar sentral. Tetapi perhatianku masih tertuju kepada si gadis manis. Ia pun masih memperhatikanku walau agak malu-malu.

Wah, kalau tidak sekakarang kapan lagi!!?” tanyaku dalam hati

Akhirnya ku putuskan untuk berubah haluan tanpa perduli tujuan. Aku segera naik ke atas angkot, mengisi bangku kosong di sebelahnya. Sebenarnya sih tidak kosong!! Tetapi setelah ku katakan “hai dari mana aja?” kepada si gadis manis, seorang ibu tua itu pun mengerti. Walau tanganku harus menggeser geser lutut ibu tua itu terlebih dahulu. Dan Mobil pun Pul’ setelah naiknya aku di mobil yang di penuhi mahasiswa yang lagi segar segarnya hendak studi. Setidaknya begitulah yang mereka katakan kepada orang tua mereka di kampung!!!.

“Nama ku RRROMA!” ujar ku berusaha bercanda pada si gadis manis yang dari tadi duduk berusaha membelakangi ku.

Tetapi tetap ia tak menggubris ku. Hanya melirik sekali dan melempar lagi pandangannya ketempat lain.

“ Dan kau, pasti –ANI kan? Ohh ANI dari mana saja engkau? ” tambah ku nekat dengan suara agak besar.

Hampir semua penumpang di angkot itu tersenyum spontan. Ia pun sempat hampir membuka bibir tipisnya dengan tawa. Tapi gengsi lebih lebat dari pada hujan goyon apa adanya itu. Ia masih memandang ke belakang.

Ia duduk di pojok kursi 4 dan di sebelahnya tepat aku duduk mengarah padanya.

“lagi ada masalah ya nak!!” tiba tiba ibu tua yang kugeser singgasananya tadi menimpali dari pojok kursi enam di depan kami.

“ah biasa kok bu! Masalah cinta remaja, muuuudah sekali cemburu “ kata ku sambil nyengir nyengir.

“ih, enggak tau malunya nih cowo’! “ tiba tiba ia berbalik. “ kami itu belum pernah kenal sebelumnya bu’. Dia aja yang kegatelan ngikut – ngikut sama saya. Mana tadi pake colek colek pantat saya pas di terminal Ujung. Dia ini bajingan bu! Jadi jangan di dengerin omongannya. Pembohong kelas berat!” nadanya keras, sekeras raut wajahnya yang drastis berubah tiba – tiba.

Tampang manisnya berubah tengil bak jagoan yang sudah menghajar penjahat hingga tak berkutik. Semua penumpang memandangku sambil menyerengitkan dahi. Termasuk mahasiswa gondrong berbusana hitam hitam di bangku pojok dekat supir. Uuu Takuuut!!.

“ ya sudahlah! Aku letih seperti ini!! Mentang mentang kamu sudah punya pacar baru !!.” Tutur ku agak di keras keraskan dan nada penuh kepasrahan. “ Maaf ya bu!! Maaf juga bapak bapak dan ibu ibu, sudah mengganggu perjalanan kalian.” tambahku agak di-iba-kan. “baiklah, Kalau begitu aku mengalah!”

ia memandang ku tajam. Bibir tipis merah itu bengkok tidak karuan. Sekarang giliran ia yang di salahkan penumpang lain. Saya bisa melihat itu dari pandangan mereka yang pula sambil menyeringitkan dahi. Bahkan lebih dalam lagi, sepertinya bisa untuk mengalirkan air bak sungai kecil di pegunungan.

“KIRI PAK !!!” teriak ku kepada pak supir. bermaksud melarikan diri dalam keadaan menang. Yess!.

Setelah membayar pak supir dengan uang receh seribu-an (seribu-an itu receh?), lalu aku melambai kepada semua penumpang dengan wajah sedih dan sungguh minta dibelaskasihankan.

Mobil berlari kencang. Tapi wajahnya yang penuh dendam masih sesekali melirik kearah ku. Ibu tua itupun masih memandang ku iba sampai aku membalikkan badan dan tertunduk berjalan ke arah yang berlawanan.

“ah beli rokok –ah” ujar ku didalam hati setelah melihat kios kecil di depan jalan besar Abdulah Dg Sirua.

“Marlboro mba!!” sambil ku menunjuk bungkus rokok merah putih di etalase yang dirajut dari kaca dan bambu seadanya.

Marlboro telah ku genggam. Tetapi jemari ini masih mencari dompet disetiap kantong jeans ku berualang ulang, tetap tidak ketemu.

“wah… kuwalat saya sama tuh cewek. Kayaknya sih jatuh diatas angkot!!” kata ku dalam hati. Sambil memandang mba penjual dengan wajah sedih.

Tetapi sungguh kota besar. Mba penjual bukannya ikut prihatin, malahan menaruh curiga pada ku.

“ ya sudah, kembalikang mi rokok ku. Pake alasan segala. Bilan’ mo ko saja, kalau kau tidak punya uang?. Pakai segala ambe’ rokok mahal. Pui!! Gayana ji’!!” logat asli keluar deras menghantamku keras, sakitnya bagai di tikam sembilu.

Jalanan makin ramai oleh kendaraan. Seperti semut melihat gula berbondong bondong berbaris antri. Matahari pun terus berputar. Kali ini tepat diatas debu debu jalan yang terbang tidak karuan. Membawa jarum jarum panas yang tak pernah sekali pun selama 2 tahun ini menyapaku sebagai teman. Selamat pagi menjelang siang pejalan, Saatnya pulang!! Nasiiib, nasib!!!.

* * *

Gorden itu terbuka lebar bagaikan layar panggung sandiwara. Segara tampak pemandangan pantai losari yang dijejali gerobak penjual makanan. Mega – mega bersepuh kelabu mendekap gerimis pagi hari ini. Kamar paviliun yang tadi gelap terbias terang oleh sinar pagi seadanya. Si gadis manis terkulai lemas di atas ranjang tebal buatan italia. Berkelebat selimut tebal, menutupi letih yang masih merasuki lelap tidurnya.

Ku sandarkan tubuh ini pada jendela lebar disisi belakang. Buih asap putih menutup pandanganku sesekali. Rokok yang terselip di bibir ini mulai terasa hambar akibat ciuman tadi malam yang terlalu buas. Sudah lama tak lagi ada perasaan seperti ini. Rasa penyesalan., rasa gelisah, dan rasa – rasa lain yang datang belakangan. Aku harus pergi, Istriku sudah menanti dirumah!.

Dua lembar uang seratus ribu-an kuselipkan ditaplak meja bundar di sebelah telpon. Sekarang, Isi dompetku benar – benar telah habis terkuras. Uang jerih payah mencari berita siang dan malam habis semalaman. Tetapi wajar pikirku. Si jujur nan manis yang terkulai lemas di atas ranjang itu telah mengembalikan dompet ku. Ya, hitung –hitung balas budi lah!.

“selamat tinggal gadis manis!!” bisik ku di telinganya. Pelaaaaan sekali. Aku tak ingin ia terbangun-

Ilham F(de vozquea)

Kamar laba – laba

<!–[if supportFields]&gt; TIME \@ "HH:mm:ss" &lt;![endif]–>14:21:26<!–[if supportFields]&gt;&lt;![endif]–><!–[if supportFields]&gt; TIME \@ "dddd, MMMM dd, yyyy" &lt;![endif]–>Tuesday, April 15, 2008<!–[if supportFields]&gt;&lt;![endif]–>

Comments
  1. Titian says:

    eh kak aku bingung dengan cerita ini,,,ni masalah akibat gaya hidup atau hobby

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s