NAMA KU BUKAN NAMA KU

Posted: April 15, 2008 in Script
Tags: , , , ,

NAMA KU BUKAN NAMA KU

v Diangkat dari cerpen Martan Mansyur

v Script dan pengembang ide oleh Ilham F (E Vozquea)

FADE IN-

Insert credit title

SCENE 1. EKS. DANAU-SORE.

Gemericik air dari riak danau menemani 2 orang pemuda yang sedang memancing. Berbincang santai tentang “nama”.

Tero

“ngomong-ngomong siapa nama ta’? lama mi ki ngobrol, tapi belum pi saya tau nama ta’. Saya harap nama ta’ tak seburuk namaku. Orang-orang selalu tertawai namaku, kenapa orang tuaku memberi nama yang unik seperti ini. Ma…lu aku punya nama seperti ini.”

Loppo pau

“namaku Loppo Pau. (Tero nyengir-nyengir tertahan) kenapa, Lucu ya? Biarpun begitu saya tidak pernah malu dengan namaku. Mungkin kau saja yang terlalu merasa. Sebenarnya siapa nama ta’?

(Ins-melodi gitar masuk). Perbincangan yang sengit tapi tampak sunyi oleh alunan melodi gitar. Tak ada suara dialog.

Loppo Pau (Ins-off)

“Ooooo.. begitu ji palle nah masalahmu. Jammoko pikirkan ki. In Cuma masalah zaman. Berganti zaman berganti pula citra mu.(wajah Tero tampak agak kebingungan) Ada sebuah cerita…… begini ceritanya………..

FADE OUT-

SCENE 2. INT. RUANG KELAS-SORE.

FADE IN-

VO (Loppo Pau): semua orang sama uniknya dengan sidik jari yang kita miliki. Saya juga unik. Begitu pula soal nama, apa sebenarnya arti sebuah nama?// cerita dari sebuah tempat di universitas antah berantah, fakultas dusta jurusan studio sandiwara.

Disebuah ruangan kelas dengan 6 orang mahasiswa yang tergolong aneh. Lemah syahwat yang sedang tertidur pulas diatas mejanya, matrial mahasiswi muda bermata sipit yang sedang menghitung uang recehnya, gorilla(Gondrong rapih dan lale), pula si Liur yang terus memperhatikan dengan seksama, ada jua si Cacingan gadis muda belia yang tak henti mengedip-ngedipkan matanya, dan terakhir Bahenol (badan hebat otak nol) yang sedang menggaruk-garuk kepalanya.

Ada pula seorang dosen muda yang tak kalah nyentrik, berkaca mata, dan berkepala botak.

VO (Loppo Pau): “Labetta. Salah seorang dosen dijurusan itu. Ia dosen yang sangat unik karena………”

Labetta

“Tolo!! Tolo-tolo semuanya. Kalian tau. Kampus ini kampus terbesar di timur nusantara. Baru apa ji!! Dasar, TOLO!! Baru kerja tugas begini saja sampai 1 bulan dikumpul “

Labetta melirik kelembar teratas pertama.

Labetta

“Siapa tugas ini!!? Tugas mu Gorilla. Apa saja isinya otakmu itu- Tolol!!”

Gorilla (agak takut)

“a…a…anu itu… anu!!”

Labetta

“A…a…aa…. Anu siapa goblok. (merobek kertas). Bikin yang baru!! Tidak bermakna dan tidak philosophis. Kau…. Tidak cocok melukis. Tugas barumu adalah membuat spanduk acara kawinannya spupuku.”

Gorilla

“nda tau ka bikin spanduk pak!!”

Labetta

“ya ketukan spanuk ko tolo!!. Dimana otakmu kah!! Sudah… jangan banyak bicara!! Saya taunya jadi hari senin, karena acaranya hari selasa.”

Gorilla

“ta… (Berusaha bicara)”

Labetta

“APA!!!!” (matanya melotot)

Gorilla

“nda ji!!”

Labetta Melanjutkan lagi memerikasa tugas mahasiswanya. Sambil merobek lembar demi lembar dan bergumam sendirian. Sampai kepada 3 lembar terakhir. Dan bergumam sendirian.

Labetta

“Siapa punya ini!! Kenapa tidak ada namanya?. Siapa inikah berani-beraninya melanggar aturanku. Siapa inikah (sambil mengeja) ‘Muh – Baso !! siapa mengaku Muh – Baso !! Angkat tangan ko!!”

Liur

“sa…saya pak!!”

Labetta

“ohhh kau Liur….. karena kau melanggar. Maka ….. saya ganti namamu dengan meletup-letup.

Liur

“kenapa meletup-letup pak!!”

Labetta

“ karena jerawatmu yang mau meletup-letup”

(ha-ha-ha-ha……….) seluruh penghuni kelas tertawa keras. Dan Liur pun tunduk dengan wajah yang merah padam.

Labetta

“Diaaaaaam!! (segera ruangan kelas menjadi senyap dan menegangkan lagi). Lalu ini punya siapa. Melanggar juga. MAJU!! Yang punya tugas ini MAJU!!!”

Cacingan perlahan beranjak dari tempatya duduk

Labetta

“oooo kamu Cacingan. Kesini ki ambil tugas ta’ de. Tidak usah tegang. (Labetta

melihat ketugasnya Cacingan) Bagus banget!!”

Cacingan tersenyum-senyum menunjukkan lesung pipinya setelah ia berdiri tepat didepan Labetta

Tetapi……. (CRACKK) Labetta Merobek tugas Cacingan di depan wajahnya.

Labetta

“ kau kira saya dosen lale kah!!? Makan ko ini!! (melempar lembar tugas Cacingan kewajahnya yang sudah hampir menangis. Dan Cacingan pun kembali ketempatnya duduk dengan berlari kecil dan wajah terlipat-lipat)

CUT TO.

SCENE 3. EKS. DANAU-SORE

FADE IN-

VO (Loppo Pau) : tak semua yang nyata itu adalah kebenaran. Dan tak semua kesalahan itu adalah benar-benar salah. Tapi, ini dunia- semua bisa di lazimkan apabila 6 dari 10 orang mengatakan hal yang serupa. Itulah mengapa semua yang ada disekitar kita perlu dipertanyakan.

Loppo Pau dan Tero masih saja berbincang hangat dipinggir danau. Sementara metari sudah hampir tenggelam.

FADE OUT-

SCENE 4. INT. RUANG KELAS-SIANG

Labetta tampak sangat terkejut melihat gambar terakhir. Ia geram. Ia marah an segera mendatangi lemah syahwat yang sedang tertidur dimejanya. “BRAKK” Labetta menendang meja.

Labetta

“ Hei kau lemah syahwat! Bangun ko!! (lemah syahwat pun bangun dgn seketika) apa yang kau gambar ini!!?”

Lemah Syahwat

“ bulan dan bintang pak!! Apa yang salah pak”

Labetta

“ kedepan ko!! (Labetta menarik lengan lemah syahwat dengan kasar kedepan kelas.) coba apa maksudmu menggambar seperti ini. Lihat ko semua!!! (memperlihatkan gambar lemah syahwat kepada teman-temannya)

dan para mahasiswa(i) pun terkejut “Uuuuuuuu”

Labetta

“coba kau jelaskan apa maksudnya kau gambar seperti ini!!”

Lemah Syahwat

“ sederhana pak. Tadi malam saya duduk disebuah pelataran menghadap bintang. Dan tiba-tiba sayapun teringat pada sebuah puisi. Begini bunyinya; (dengan ekspresi penuh) rumahku entah dimana, tak kutemukan disajak dan dimatahari, karena rumahku dibawah bintang-bintang.”

Penghuni ruangan itupun memberi aplaus kepada lemah syahwat. Kecuali Labetta yang wajahnya makin geram.

Lemah syahwat

“terima kasih… ok-ok-ok (mengangkat tangan serasa artis)”

Labetta

“CUKUP…. Kau kira kau jago kah!! Kesini ko.”

Labetta menuliskan sesuatu di jidat Lemah Syahwat.

Labetta

“ok. Tak ada ampun untuk pemberontak. Para mahasiswa dan mahasiswi ku yang memalukan….. mulai saat ini namanya saya ganti dengan…. TE-RO-RIS!!! Karena kau sudah melakukan penggaran berat dengan menggambar bulan dan bintang.

CUT TO-

SCENE 5 EKS. DANAU-SORE

Masih didanau dan tempat yang sama. Bahkan masih pada topik dan tokoh yang sama.

Loppo Pau

“Namanya juga cerita. Dalam waktu yang sedikit tapi harus bisa merangkum banyak sketsa. Namamu TERORIS. Tak perlu malu. Masalah label-melabelkan, juluk-menjuluki, gelar-menggelari itu semua hukum rimba. Yang perlu kau paham sekarang adalah- mengerti dirimu seperti adanya dirimu”

FADE OUT-

THE END

INSERT CREDIT FILM

Film by :

COPYRIGHT@2005

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s