AKU SETITIK DEBU DALAM WAKTU

Posted: May 27, 2008 in Sastra, Seniman hari-hari
Tags: , , ,

AKU SETITIK DEBU DALAM WAKTU


Oleh ilham.F

Perjalanan waktu membuat kita terombang-ambing dalam lingkaran kebisuan.

Saat ia berdetak dengan kemegahannya. Titik-titik detik dari angka ke angka
membuat senyuman maupun tangisan jadi bermakna.

Kata orang, waktu itu bagai roda dalam jalan kehidupan. Selalu berguling
tinggalkan jejak untuk dikenang sebagai masa lalu, atau bagi seorang
pengembara diatas pedatinya yang bermimpi tentang negri indah dimasa depan.

Tapi bagiku, waktu adalah tiga busur panah yang melesat bersama dengan
kekuatan syarat takdir. Sebelum ini, hari ini, dan setelah ini. Terus
melesat ikuti prasyarat materi.

Panah masa lalu dibentuk oleh panah hari ini, dan panah masa depan pula
bergantung pada arah panah hari ini. Memusingkan …………

Sungguh kematian yang mungkin menyiratkan tentang perhentian arah panah pun
masih pula jadi pertentangan. Bagiku, setelah mati tiga panah masih terus
berjalan dengan laju yang entah cepat atau lambat. Tak ada bahasa bumi, tak
ada bahasa materi– semuanya  masuk pada “Lingkaran Kebisuan”.

Kenangan tinggal impian bagi manusia tuk perbaiki syarat masa depan.
Saatnya kita melepaskan perasaan dan biarkan “Lingkaran Kebisuan” membuat
kita menghamba kepadanya. Apakah mungkin percepatan menembus batas-batas
ruang dan waktu?. Pasti. Bintang yang kita lihat di teleskop adalah bintang
seratus juta tahun yang lalu, begitu pula sebaliknya bila kita berada pada
posisi bintang. Dan andai ada mahluk lain yang melihat kita melalui
teleskopnya, adalah kita seratus juta tahun yang lalu pula.

Andai saja benar-benar ada mahluk lain diluar sana yang bisa melebihi
percepatan cahaya, pasti ia sungguhlah Agung. Apakah yang tak bisa
dijelaskannya pabila ia dapat menembus masa lalu, hari ini, dan masa depan.
IALAH YANG MEMILIKI ENERGI MAHA SEMPURNA. Tentang kelahiran dan titipan nyawa hanyalah urusan kecil dari pekerjaannya. Dan pertanyaan tentang agama
dapat dijawab dengan mudah sebagai buku pedoman idealitas tentang masa lalu
dan masa depan tuk jalani hari ini penuh harmoni.

Para politikus selalu memaknai fenomena yang terjadi sebagai suatu bagian
dari desain besar. Dan apakah kehidupan yang kita jalani ini bukanlah
sebuah desain besar dari Si Entah Siapa?. Apabila Seno Gumira
mengatakan “Dunia Seperti Adanya Dunia” pada Kitab Omong Kosong bagian
pertama. Bahwa dunia adalah materi belaka, dan materi adalah potongan-
potongan syarat untuk terciptanya hari ini, dunia ini, dan kehidupan ini.
Pabila seperti itu adanya, Semesta terlalu besar bagiku!!!

Keyakinan…….. keyakinan yang bagaimana yang dimaksudkan? Keyakinan tentang
apa?. Apakah tak mungkin manusia bisa menciptakan dunia untuk manusia.
Nyatanya beberapa manusia bisa menembus batas energi dunia. Beberapa
manusia bisa memecah tubuhnya menjadi empat unsur ; Air, Api, Tanah, dan
Udara. Dan ada pula manusia yang bisa menembus lapisan-lapisan semesta,
entah sampai tingkat berapa kita bisa sampai pada Yang Maha Berkuasa Atas
Semesta.

Kehancuran semesta dan isinya. Apakah mungkin itu sebagai titik balik dari
kehidupan yang kita jalani pada kehidupan panjang selanjutnya yang sudah
direncanakan sedemikian rupa. Apakah kita yang sudah terlepas dari raga
akan dilibatkan dikehidupan selanjutnya? Siapa yang tahu. Bertanyalah lewat
doa, permohonan, atau apapun istilahnya.

Apakah kehidupan selanjutnya masih ada wangi tanah basah dan embun dipagi
hari? Apakah masih ada senja yang seti temani pelangi? Apakah masih ada
tangis dan tawa dalam keluarga? Apakah masih ada hujan dan desir ombak yang
membuat kita terlarut dalam kesunyian bahasa? Apakah masih ada pengorbanan,
ketulusan, kesetiaan, pengabdian, kesejatian, dan apakah masih ada CINTA?
………………………..?

Aku adalah sebutir debu dalam angin yang singgah diwajahmu,
Aku adalah setitik noda dari karya seniman yang maha tak tertandingi.
Apakah kesedihanku punya arti?
Apakah jerit tangis si hina ini membuat dunia mengasihani?

Atas nama 9 indra yang tergerak oleh cahaya
Biarlah surga kupapah hingga ku tak kuasa
Demi mereka yang menjatuhkan airmata memandangku
Sampai hancurku mendebu.

Ilham. F
Bumi saat gelap malam,
Saat hari diulang kembali pada 27 Mei
Saat tahun– baru sampai pada angka 2008

Entah pada keberapa ratus juta tahun umur bumi.

Comments
  1. asik skali…tipikal K Ilo, ujung2nya libido…upsssss, bcanda

  2. ibhe_caerm says:

    wow

    wonderful,,,,

    sosok lelakinya keluar,,, sorry

    secara gag sengaja gw buka blog ni dan gw baca tentang joe kavalero,,,,

    menyenangkan,,,, jujur,,,, representasi dari laki2

    senang membaca hal ringan namun meaningful gini
    semoga bisa kenal dengan penulisnya,,,,,
    semoga bisa keep in touch

  3. Diam sepertinya suatu hal yg lebih baik !!!!
    yahhh,pada kenyataannya mnceritakan sesuatu kejadian kita pada orang lain,,,
    hanya mmjawab rasa penasaran mereka saja,bukan karena Peduli.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s