AbouT Me

CELOTEH SANG BAJINGAN

Suara seruling bambu takkaruan, denting gitar tak bernada, hembusan nafas udara, suara hati, teriakan-teriakan para pembenci, deru kendaraan yang menjadi soundtrack hari ini……. Apa lagi!!?. langit makin hitam sementara malam tak jua habis menjelang. Pandanganpun tak kunjung memadam.

Cermin dihadapanku teus menggerogoti titik-titik warna ketampanan ini. Gelar kebanggaan yang sudah memberatkan penggungku selama beberapa tahun silam. Pooling yang kulakukan terhadap mantan pacarku ternyata hasilnya tak jauh berbeda. Aku selalu bertanya kepada mereka saat bibirku berada pada radius 5 centimeter sampai tak berjarak. “apakah aku tampan sayang?” ada yang langsung menjawab “Iya!!”, ada pula yang menjawab “Ah mas bica adja. Cini-cini mau dicium aja pake muter-muter!” dan banyak lagi jawaban mereka yang akan kuceritakan pabila kita bersua nanti.

Aku memang bukan jagoan , juga bukan Don Juan disetiap fase-fase kehidupanku yang dibatasi oleh sekolahan. Aku bukan mahasiswa ideal yang banyak menguasai banyak kata-kata sulit, juga bukan pula perjaka-perjaka kaya seperti di film bollywood atau hollywood. Aku hanya pejalan kehidupan yang setiap hari menggerogoti uang kiriman dari Mama, hanya itu tak lebih. Yah biar islami mari bersama ucapkan; “Amin!!”

Kisahku sangat sederhana. (tunggu dulu!! Apa kalian bertanya tentang diriku? MASABODOH…. Aku tetap akan bereloteh ria.). Biasanya setiap hari aku minum kopi dan menghisap sebatang rokok setelah sarapan, tidur siang selepas kuliah, dan malam bermain gitar hingga larut. Meskipun sesekali aku turut dalam dunia yang dipagar oleh jaring- jaring pendidikan; bedah buku, diskusi keilmuan and segala tetek bengek lainnya. Hanya membiarkan tubuhku terbawa sistem. Asal Mama dan Papaku senang setelah aku menjadi sarjana kelak. Kalau bicara cita-cita sih aku juga punya; hidup dengan materi yang tidak kekurangan bersama 4 istri dan 18 anak, dan mati masuk surga. Amin!!

Berapa kali kata Amin kuucapkan? Amin……… kalau kuperhatikan selama hidup, kata Amin Berarti semoga terkabulkan. Dalam peristiwa fenomenal jiwa, kata Amin sering mendapatkan teman saat impian dan jawaban saling berseberangan. Ia pun menapat teman baru seperti : “Bangsat, Setan, Anjing, Sialan, Monyet (tergantung selera!!). aku manusia biasa. Tetapi wujud syukurku kepada Yang Maha Kuasa bukan hanya kata-kata, ritual-ritual kelas tinggipun biasa kulakukan. Tidak tersentuh langsung matahari secara langsung selama 3 hari (Sekaligus terapi obat jerawat), tidak memegang uang selama 1 bulan dan mencoba merakyat dengan menjadi pembantu dirumah dosen secara gratis (Kalau waktu itu, uang kirimin ludes– kecopetan di pasar sentral!!), dan masih banyak perjalanan yang tak diduga lainnya. Oh sampai lupa!! Perjalanan luar sadar bersama astronot hitam dengan jat adiktifnya pun tak kalah asiknya.

Tak terasa pemirsa. Sudah hampir pagi. Mayat-mayat buku masih bergelimpangan, terkapa hancur setelah peperangan tadi malam. Aku terkulai lemas memacu jemari ini demi anda (Sudahlah tidak usah dipikirkan!!). Sementara waktu berjalan beberapa mata telah kupandang. Tampaknya dunia ini lucu dimata para demonstran, tak adil dimata proletar, tapi dilain mata terlihat indah oleh beberapa manusia berduit. Dan apalagi bagi manusia yang jatuh cinta!!. Aku sendiri sedang memahami untuk apa aku berada di dunia. Ironis bukan, kalau monyet dikebun binatang paham kalau ia telahir untuk menyenangkan para hadirin di depan panggung, babi-babi putih dibesarkan untuk dipanggang, bakteri ada untuk menyerang sela-sela gigi yang kotor, sudut-sudut kulit bahkan jerawat. Sementara sosok berakal ini tak sanggup memahami untuk apa dia(aku) diutus kedunia ini?. Tapi aku selalu bisa menyembunyikan kebodohan ini dengan terus berdandan agar sedikit terkesan elegan.

Sungguh elok si bongkok yang dapat menyembunyikan bongkoknya,

Bagaikan mutiara yang tersembunyi dalam kulit kerang

Seseorang yang tampak seperti batang dahan minyak kastroli,

Yang dari bayang-bayangnya bergayut sebuah limau busuk

Penyair Attar. kisah 1001 malam bag.I , hal 21Husain Haddawy

Wow!! Sudah pagi. Sekarang waktunya aku mandi pagi. Sekedar membuka jalan darah agar lebih besar. Biar lancar dan tidak mampet.

***

Ahhhhh… segarnya selepas mandi. Tetapi mata ini terasa perih yang berlebih. Aku mau tidur. Tak lupa, akan kuatur strategi-strategi kedepan di alam anamnesis Plato (Temannya Chitato dan Ajusto). Akan pula kurajut impian setinggi-tingginya.

Langit terang mulai menggelap, tirai rana mata meredupkan cahaya yang mulai menajam. Keheningan……….

Doa sebelum tidur ;

Dengan menyebut nama tuhan yang maha esa dan segenap kru kehidupan. Aku melambangkan diriku sebagai mahluk lain dalam sebuah konteks dikhususkan dengan memakainya sebagai simbol perwakilan.

Laba-laba, sosok hewan berkaki delapan yang hidup di sudut-sudut ruang(an), dan kehadirannya secara umum tidak diharapkan. Tetapi keberadaannya tetap dinantikan oleh nyamuk dan pengurai sebagai suatu rantai makanan.

Kelak…. Kehadiranku bukan sekedar bilangan, tetapi juga diperhitungkan.

Amin……..

Ilham.F (De.Vozquea)

Kamar laba-laba

Comments
  1. yani says:

    beda mu!
    malasku..
    terlalu puitis, terlalu dekat dengan kebohongan. nyeni banget. tiati malah ngebosenin.
    sori, daripada sy pura-pura juga!
    hahahaha
    (tertawa penuh kemenangan-ku..!!)

  2. chipank says:

    wahai engakau kawan seperjuangan,lama tak bersua. gmana kbarnya…
    jalan-jalan juga ke rumah baru kami
    di http://cerminpikiran.blogspot.com
    salam biru kuning.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s