KONSEP DIRI

1. Pengertian Konsep Diri

Konsep diri merupakan tema utama psikologi humanistik. Pendapat Wiliam James menjabarkan konsep diri secara filosofis. James membedakan antara “the I” diri kita yang sadar dan aktif, dan “the me”, diri yang menjadi objek renungan kita.

Brooks dalam Tamsil (2005:10) mendefinisikan konsep diri sebagai pandangan dan perasaan kita terhadap diri sendiri, yang bersifat fisik, psikologis dan sosial yang datang dari pengalaman dan interaksi kita dengan orang lain.

Sebelum masuk kepada pembahasan selanjutnya mengenai konsep diri maka berangkat dari pemahaman bahwa konsep diri adalah persepsi diri kita tentang diri kita sendiri maka, penulis akan sedikit memaparkan proses pembentukan persepsi dalam kajian komunikasi Intrapribadi.

a. Stimulus disini bisa diartikan sebagai rangsangan yang bisa berupa hasil dari interaksi, pengiriman pesan/sibol yang bermakna.

b. Sebelum ter-sensasikan(pengalaman indra menerima stimulus) rangsangat tersebut tentunya membutuhkan

c. Attention yakni perhatian yang mengarahkan konsentrasi indra pada stimulus tersebut.

d. Stimuli yang tersensasikan tentunya akan membuahkan kesan, kesan disini dimaknai sebagai keadaan dimana indfidu tersebut memberikan penilaian secara spontanitas. Tentunya berdasarkan norma, aturan, internalisasi masyarakat dan hubungan tertentu.

e. Kategori disini mewakili proses belajar manusia, dimana saat indifidu mempunyai penilaian berdasarkan proses belajar selama hidup bermasyarakat. Kategori adalah keadaan dimana indifidu tersebut memilah-milah pengalaman penerimaan stimuli yang ternilaikan tadi menjadi hitam-putih, baik buruk, benar-salah, dan pengelompokan lainnya.

f. Persepsi adalah keadaan dimana kita menyimpulkan seluruh informasi yang kita terima menjadi sebuah kesepakatan subjektif. Dengan menaruhnya sebagai salah satu landasan berprilaku dan menanggapi stimuli serta menghasilkal stimuli kepada indifidu lain.

Selanjutnya kita akan membahas konsep diri secara seksama. Chatarina Wahyurini dan Yahya Mashum dalam Modul PKBI Pusat menjabarkannya lebih jelas bahwa konsep diri merupakan semua perasaan dan pemikiran seseorang mengenai dirinya sendiri. Hal ini meliputi kemampuan, karakter diri, sikap, tujuan hidup, kebutuhan dan penampilan diri. Gambaran pribadi remaja terhadap dirinya meliputi penilaian diri dan penilaian sosial. Dalam konsep diri itupun terdapat beberapa unsur antara lain:

1. Penilaian diri merupakan pandangan diri kita terhadap:

a. Pengendalian keinginan dan dorongan-dorongan dalam diri. Bagaimana kita mengetahui dan mengendalikan dorongan, kebutuhan dan perasaan-perasaan dalam diri kita.

b. Suasana hati yang sedang kita hayati seperti bahagia, sedih atau cemas. Keadaan ini akan mempengaruhi konsep diri kita positif atau negatif.

c. Bayangan subyektif terhadap kondisi tubuh kita. Konsep diri yang positif akan kita miliki kalau kita merasa puas (menerima) keadaan fisik kita. Sebaliknya, kalau kita merasa tidak puas dan menilai buruk keadaan fisik kita maka konsep diri kita juga negatif atau kita jadi memiliki perasaan rendah diri.

2. Penilaian sosial merupakan evaluasi terhadap bagaimana kita menerima penilaian lingkungan sosial pada diri kita. Penilaian sosial terhadap diri kita yang cerdas, supel akan mampu meningkatkan konsep diri dan kepercayaan diri kita. Adapun pandangan lingkungan pada kita seperti si gendut, si bodoh atau si nakal akan menyebabkan kita memiliki konsep diri yang buruk terhadap diri kita.

3. Konsep lain yang terdapat dalam pengertian konsep diri adalah self image atau citra diri, yaitu merupakan gambaran:

a. Siapa saya, yaitu bagaimana kita menilai keadaan pribadi seperti tingkat kecerdasan, status sosial ekonomi keluarga atau peran lingkungan sosial kita.

b. Saya ingin jadi apa, kita memiliki harapan-harapan dan cita-cita ideal yang ingin dicapai yang cenderung tidak realistis. Bayang-bayang kita mengenai ingin jadi apa nantinya, tanpa disadari sangat dipengaruhi oleh tokoh-tokoh ideal yang yang menjadi idola, baik itu ada di lingkungan kita atau tokoh fantasi kita.

c. Bagaimana orang lain memandang saya, pertanyaan ini menunjukkan pada perasaan keberartian diri kita bagi lingkungan sosial maupun bagi diri kita sendiri.

Rakhmat dalam bukunya Psikologi Komunikasi (2004:100) juga memaparkan beberapa faktor yang mempengaruhi konsep diri, antara lain:

1. Orang lain.

Sebagai mana dibahasakan diatas bahwa orang lain mempunyai pengaruh terhadap individu dalam menyimpulakan konsep dirinya. Selain itu mengutip pernyataan Gabriel Marcel dalam Rakhmat (2004:100), “The fact is that we can understand ourself by starting from the other, or from others, and only starting from them.Kita mengenal diri kita dengan mengenal orang lain terlebih dahulu. Bagaimana anda mebilai diri saya akan membentuk konsep diri saya. Kita sepakat bahwa orang lain mempunyai pengaruh terhadap pembentukan konsep diri kita. Tetapi, tidak semua orang lain mempunyai pengaruh yang sama terhadap diri kita. Ada yang paling berpengaruh, yaitu orang-orang yang paling dekat dengan diri kita. George Herbert Mead dalam Rakhmat (2004:101) menyebut mereka Significant others – orang lain yang sangat penting.

2. Kelompok rujukan

Dalam bermasyarakat kita pasti menjadi anggota berbagai kelompok masyarakat. Ada kelompok yang secara emosional mengikat kita dan berpengaruh terhadap pembentukan konsep diri kita. Dengan melihat kelompok ini, orang mengarahkan perilakunya dan menyesuaikan diri dengan ciri-ciri kelompoknya.

Brooks dalam Rakhmat (2004:105), mengindentifikasi konsep diri manusia menjadi positif dan negatif. Adapun ciri orang yang memiliki konsep diri negatif :

1. Peka pada kritik

2. sangat responsif terhadap pujian

3. Sikap hiperkritis,

Sikap berlebihan dalam melakukan penilaian terhadap orang lain. ia selalu mencela, mengeluh, meremehkan, dan tak pandai dan tak sanggup mengungkapkan penghargaan atau pengakuan terhadap kelebihan orang lain.

4. merasa tidak disenangi orang lain, merasa tidak diperhatikan, hingga ia bereaksi pada orang lain sebagai musuh, sehingga tak dapat merasakan kehangatan persahabatan.

5. Pesimis untuk bersaing dalam sebuah kompetisi.

Sebaliknya orang yang memiliki konsep diri positif ditandai dengan lima hal:

1 Yakin pada kemampuannya mengatasi masalah

2 Merasa setara dengan orang lain

3 Ia menerima pujian tanpa rasa malu

4 Ia sadar, bahwa setiap orang mempunyai berbagai macam perasaan, keinginan dan perilaku yang tidak seluruhnya disetujui masyarakat.

5 Ia mampu memperbaiki dirinya karena ia sanggup mengungkapkan aspek-aspek kepribadian yang tidak disenanginya dan berusaha mengubahnya.

C. PENGARUH KONSEP DIRI TERHADAP ATRAKSI KOMUNIKASI ANTARPRIBADI

Ataksi berasal dari bahasa Latin Attrahere – ad: menuju; trahere; menarik. Ketertarikan indifidu dengan indifidu yang lain, kecenderungan indifidu memilih dengan siapa ia berkomunikasi, sikap positif dan daya tarik seseorang itulah yang kita sebut sebagai atraksi antarpribadi(interpersonal (Rakhmat 2001: 103).

Untuk itu Sudah jelas bahwa konsep diri pun akan mempengaruhi Atraksi komunikasi Antarpribadi. Hal ini dapat dilihat sebagai berikut:

1. Setiap orang bertingkah laku sedapat mungkin sesuai dengan konsep dirinya.. kecenderungan untuk bertingkah laku sesuai dengan konsep diri disebut sebagai nubuat yang dipenuhi sendiri (Rakhmat 2001:104).

Dalam hubungannya dengan Daeng Sahabu dan Sitti Maidah. Apabila mereka merasa dirinya sebagai manusia yang baik ia akan berusaha bertingkah laku yang baik, jika mereka menganggap diri mereka bertanggung jawab mereka akan mengurusi satu sama lain dengan apiknya, apabila mereka merasa rendah diri maka mereka akan mereka akan mengalami kesulitan dalam mengkomunikasikan gagasannya terhadap sesama.

2. Membuka Diri

Pengetahuan akan dirikita akan meningkatkan komunikasi, dan pada saat yang sama, berkomunikasi dengan orang lain meningkatkan pengetahuan tentang diri kita. Dengan membuka diri, konsep diri menjadi lebih dekat dengan kenyataan.

Hubungan antara konsep diri dan membuka diri dapat dijelaskan dengan model Johari Window (lihat gambar 2)

Model ini menerangkan bahwa jendela yang satu tidak terpisah dengan jendela yang lain. pembesaran pada satu jenis jendela akan membuat jendela yang lain akan mengecil.

a. Open self, menyajikan informasi, perilaku, sifat, perasaan, keinginan motif, dan ide-ide yang diketahui/disadari oleh diri kita dan orang lain.

b. Blind self, bagian ini menyajikan hal-hal tentang diri kita yang diketahui/disadari orang lain namun tidak diketahui/disadari oleh diri kita sendiri.

c. Hidden self, bagian ini berisikan tentang data-data yang kita ketahui/sadari dari dalam diri kita sendiri dan tidak diketahui oleh orang lain. yang kita simpan untuk diri kita sendiri.

d. Unknown self, bagian ini merupakan aspek dari diri yang tidak kita ketahui ataupun orang lain mengetahuinya.

Makin luasnya open self seseorang, makin terbuka pula ia pada orang lain. hal tersebut menjadikan hubungan di antara keduanya semakin erat.

3. Percaya Diri

Keinginan untuk menutup diri, selain karena konsep diri yang negatif timbul dari kurangnnya kepercayaan akan kemampuan dirinya sendiri. orang yang tidak menyenangi dirinya merasa bahwa dirinya tidak mampu mengatasi persoalan. Ketakutan untuk melakukan komunikasi dikenal sebagai Communication apprehension. Orang yang aprehensif dalam komunikasi, akan menarik diri dalam pergaulan, berusaha sekecil mungkin berkomunikasi, dan akan berbicara apabila terdesak saja. Tentu saja dalam aprehensi komunikasi disebabkan kurangnnya percaya diri; tetapi sebagai faktor dominan. Seperti pernyataan Maxwell Maltz dalam Rakhmat (2004:109) “ Belive in yourself and you’ll succed.”

4. Selektivitas

Menurut Anita Taylor dalam Rakhmat (2004:109) Konsep diri mempengaruhi perilaku komunikasi kita karena konsep diri mempengaruhi kepada pesan apa Kita bersedia membuka diri, bagaimana kita mempersepsikan pesan itu dan apa yang kita ingat. Secara singkat Rakhmar (2004:109) mengungkapkan bahwa konsep diri menyebabkan terpaan selektif, persepsi selektif, ingatan selektif.

Comments
  1. cyrills says:

    siiplah…thx y,sgt mbantu skali untuk mengerjakan tugas kuliah saya. salam

  2. na2 says:

    wah, penjelasan disini membantu banget bwt sy yg lagi nyusun skripsi yg mengangkat tema konsep diri

  3. irwan Cambang says:

    tolong juga ditampilkan kelemahan dan kekurangan konsep diri…

  4. mitha says:

    Aku boleh minta referensi/daftar pustakanya gak??aku butuh bwt skripsi nih..makasii yaaaa..

  5. Dear all.. untuk peyusunan skripsi sekarang, memper bolehkan daftar pustaka dari situs seperti ini.. anda tinggal meng – copy link webrowser anda dan ikuti sistematika penulisan oleh universitas, fakultas atau jusuran saudara(i)..thanks

  6. MUhammad Unin says:

    ternyata tidak mudah untuk membentuk konsep diri,, apalagi disaat kondisi yang sperti Indonesia saat ini,,, terlalu banyak imitasi

  7. […] KONSEP DIRI April 2008 6 comments 3 […]

  8. appril says:

    aku butuh referensi dapusnya dari mana aja iia …tolong iia buat penulisan ilmiah ….please trims

  9. rhea says:

    mau dapusnya dong yg broks 2004.. thankyou

  10. rhea says:

    mas ilham boleh saya tahu email anda? saya Rhea dr F.Psikologi. Thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s